Perayaan tumpek uduh
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Warga Dusun Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem sejak pagi ini Sabtu (5/5) nampak sibuk melaksanakan ritual “ngatag” di masing masing kebun miliknya.

Tumpek Atag sendiri merupakan ritual enam bulanan yang dilakukan 25 hari menjelang hari raya kemenangan dharma melawan Adharma atau disebut hari raya Galungan yang khusus ditujukan untuk tumbuh tumbuhan yang ada diperkebunan.

“Nged.. Nged.. Nged..” inilah sepenggal kata yang diucapkan saat ritual ngatag itu dilakukan. Ritual ini bagi warga stempat dilakukan semata mata untuk memohon berkah kepada tuhan agar hasil perkebunan seperti buah buahan melimpah ruah sehingga nanti pada saat hari raya Galungan bisa dipergunakan sebagai sarana upakara.

“Ini ritual rutin dilakukan 25 hari menjelang galungan,” kata Komang Ayu ( 26)kepada media ini saat nelakukan ritual ngatag.

Dalam ritual “ngatag” tersebut ada beberapa sarana yang dipergunakan seperti, Tipat Taluh, Sam- sam Segau, jajan klepon. Saat ritual berlangsung, pohon yang sudah dipasangi “ambu” atau daun pohon jaka muda dipukul pukul sebanyak 3 kali menggunakan sabit atau sejenisnya.

Kemudian baru disematkan tipat taluh, dilanjutkan dengan sam sam segau (campuran daun temen dan daun dadap cicang dengan beras) dibarengi dengan doa doa termasuk kata “Nged.. Nged.. Nged.. tersebut setelah itu barulah jajan kelepon dilempar kearah atas.

Ritual sejenis ini kemungkinan dilakukan juga dibeberapa wilayah lainnya. Hanya saja cara dan sarananya berbeda beda sesui dengan kepercayaan dan tradisi dimasing – masing tempat. (suar/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...