Tuntas 100 Persen, Kominfosanti Buleleng Rencana Usulkan 110 Titik Lagi di 2023

Ilustrasi WiFi. (Sumber : freepik)
Ilustrasi WiFi. (Sumber : freepik)

BULELENG, balipuspanews.com – Tuntasnya pemasangan Wi-Fi gratis Bali Smart Island (BSI) di 215 titik pada tahun 2022. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng berencana pada tahun 2023 akan kembali mengusulkan pemasangan Wi-Fi untuk 110 titik kepada Gubernur Bali.

Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suarmawan menyebutkan bahwa untuk pemasangan BSI sekarang sudah mencapai 100 persen dengan total ada 215 titik. Jumlah itu ada terpasang di 169 Desa Adat, 20 Puskesmas, dan 26 Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Buleleng.

Meski dengan jumlah total yang sudah terpasang tersebut, Kadis Suarmawan sudah berencana mengusulkan kembali kepada Gubernur Bali untuk di tahun 2023 dengan rencana usulan sekitar 110 titik.

Baca Juga :  Pakai JKN, Semua Pelayanan di Rumah Sakit Berjalan Lancar Tanpa Biaya

Dimana jumlah itu akan dipasang untuk DTW yang dikelola pemerintah kabupaten atau Desa yang dari total 86 DTW namun saat ini baru terpasang BSI hanya 26 DTW.

“Untuk tahun ini kita sudah pasang 215 titik, lalu untuk di 2023 rencana kita usulkan lagi 110 titik untuk di DTW yang belum terpasang lalu di Bank Sampah, dan areal publik seperti di Taman Kota kan baru satu titik dipasang nah untuk memperluas cakupan maka kita coba usulkan lagi,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (6/10/2022) di ruang kerjanya.

Kemudian saat diperjelasa terkait pengusulan pemasangan untuk Bank sampah, Suarmawan mengatakan bahwa usulan untuk dipasang di bank sampah supaya pengelola dapat meningkatkan pengelolaan sampah berbasis digital.

Baca Juga :  Wisatawan Arab Tewas Saat Rafting di Telaga Dwaja

Selain itu, pemasangan BSI ini juga dilakukan di pura. Sama halnya, dengan bank sampah pemasangan BSI di pura ini juga untuk mengembangkan digitalisasi keuangan hingga menjadi transparan.

‚ÄúPemasangan BSI di area pura untuk mendukung digitalisasi keuangan dan punia berbasis Qris lebih transparan,” imbuhnya.

Kemudian berkaitan dengan pembiayaan BSI, pihaknya menganggarkan biaya sekitar Rp1,2 Miliar sekaligus biaya operasional serta pembayaran WiFi.

Selain itu dirinya memperkirakan untuk pemasangan usulan 110 titik tersebut jika terealisasi tentu waktu pemasangan akan lebih cepat dari yang sebelumnya.

Dimana untuk tahun 2022 pemasangan dilakukan dari Februari sampai Mei sehingga diperkirakan untuk usulan 2023 akan lebih cepat karena jaringan sudah terpasang.

Baca Juga :  Sekda Buleleng Tinjau Pelaksanaan Seleksi PPPK Guru Tahun 2022

“Jangkauan yang susah sudah tersedia sekarang, apalagi pemasangan sudah 100 persen dari bulan februari sampai Mei sehingga untuk usulan nanti misalnya untuk di pura melanting karena jaringan sudah ada nanti tinggal nyambung saja,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan