Warga Tegal Jambangan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews. com- Ratusan warga Tegal Jambangan di Desa Sayan, Kecamatan Ubud  Gianyar  dengan mengenakan pakaian adat madya mendatangi  kantor Pengadilan Negeri (PN) Gianyar.

Kedatangan warga guna mengikuti sidang sengketa tanah yang berlangsung  di PN Gianyar, Rabu (8/8) pukul 11.30.

Sebelum tiba di PON Gianyar, warga berkumpul terlebih duhulu di GOR Kebo Iwa sekitar 100 meter arah selatan PN Gianyar.

Warga Tegal Jambangan  kemudian berjalan kaki menuju PN sambil membentangkan sebuah spanduk besar.

Spanduk berlatar putih itu berisi tulisan

“Kami Menggugat dan Menuntut. Sertifikat-sertifikat bodong. Orang-orang yang bertindak keji, biadab dan tidak berperikemanusiaan untuk bertanggungjawab, “jelasnya.

Adapun sidang sengketa tanah Tegal Jambangan dengan surat gugatan nomor :127/Pdt.G/2018 tanggal 13 Juli 2018, dihadiri oleh penggugat I Wayan Sudana besama 10 warga lainnya, beralamat di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Penggugat berhadapan dengan tergugat  I dari PT  Sharandy Land yang beralamat di Jakarta; Tergugat II, Pangempon Pura Taman Kemuda Saraswati dan Tergugat III, Badan Pertanahan Negeri (BPN) Gianyar.

Lantaran tergugat tidak hadir dalam persidangan tersebut, maka sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja didampingi Hakim Anggota Ida Bagus Made Ari Suamba dan Wawan Edi Prastyo akhirnya sidang ditunda.

“Karena para tergugat tidak hadir, maka dilakukan pemanggilan ulang terhadap penggugat dan tergugat. Sidang ditunda sampai Rabu (29/8) pukul 09.00,” ujar hakim anggota, Wawan Edi Prastyo, usai sidang.

Karena menghadirkan banyak massa, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan Polres Gianyar menerjunkan ratusan personil polisi untuk melakukan langkah antisipasi.Pengamanan dari aparat kepolisian dipimpim langsung  Kabag Ops Polres Gianyar,  Kompol Dewa GD Mahaputra. Sedikitnya 187 personil gabungan turun bersama Kapolsek dan Wakapolsek Kota Gianyar baik aparat terbuka dan tertutup diterjunkan.

Warga kemudian balik ke rumah masing-masing dengan kembali ke GOR Kebo Iwa dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. (rls/bpn/tim)

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...