Kamis, Juni 20, 2024
BerandaNewsHukum & KriminalTurun di Pos Polisi, Spesialis Pencuri Barang Penumpang Bus Dibekuk

Turun di Pos Polisi, Spesialis Pencuri Barang Penumpang Bus Dibekuk

JEMBRANA, balipuspanews.com– Penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) kini sedikit bisa bernafas lega. Pasalnya pelaku yang kerap mencuri barang bawaan mereka berhasil dibekuk.

Tertangkapnya pelaku pencurian barang penumpang itu betkat kecurigaan sopir bus AKAP Bali Perdana jurusan Surabaya-Denpasarsetelah mendapat laporan dari Zulfa Adhfan Aditya,19, penumpang yang kehilangan laptop merk Asus Vivobook warna hitam dan Apple Ipad Gen 9 warna silver grey.

Barang milik mahasiswa asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur itu hilang didalam bus saat sampai dikawasan hutan Bali Barat pada Jumat (9/6/2023) pagi.

Dari keterangan sopir, bus Bali Perdana yang dikemudikanya berangkat dari terminal Bungusasih, Surabaya pada Kamis (8/6/2023) sekitar pukul 18.30 Wib.

Bus tersebut memuat 6 orang penumpang diantaranya 2 orang perempuan dan 4 orang laki-laki termasuk Eko WS, 56, yang berasal dari Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, dan Dwi S,52, warga Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Selama perjalanan sopir mencurigai gerak gerik kedua penumpang itu sehingga sopir bus selalu memperhatikan gerak gerik mereka.

BACA :  Wujudkan Digitalisasi Sektor Keuangan Serta Optimalisasi Penerimaan Pajak, Inovasi Melodi Sanur Diresmikan

Saat bus sampai di Pos Polisi Lalu Lintas Sudirman Agung yang di jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, pada Jumat (9/6/2023) sekitar pukul 04.00 Wita, Eko WS dan Dwi S meminta turun dan tersebut membuat kecurigaan sopir semakin kuat karena kedua penumpang tersebut turun sebelum sampai tujuan yaitu Denpasar.

Setelah keduanya turun, sopir lalu memberitahukan kepada semua penumpang yang masih didalam bus untuk mengecek barang bawaanya.

“Saat itu, penumpang yang bernama Zulfa Adhfan Aditya menyampaikan kepada sopir bahwa telah kehilangan laptop merk Asus Vivobook warna hitam dan Apple Ipad Gen 9 warna silver grey,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Andrpyuan Elim saat press rilis, Selasa (13/6/2023).

Berdasarkan keterangan dari korban itu sopir langsung mengejar kedua penumpang yang turun mendahului tersebut yang sedang berjalan disebelah Barat Pos Lalu Lintas Sudirman Agung.

Mereka lalu dibawa ke Pos Lalu Lintas Sudirman Agung. Saat tas yang dibawa oleh mereka dibuka oleh sopir, didalamnya ditemukan laptop merk Asus Vivobook warna hitam dan Apple Ipad Gen 9 warna silver grey, yang merupakan barang milik Zulfa.

BACA :  Mobile Intellectual Property Clinic Diadakan di Buleleng, Fokus Konsultasi Kekayaan Intelektual

Anggota satuan lalu lintas yang sedang berjaga di pos tersebut lalu menginformasikan ke Sat Reskrim Polres Jembrana. Setelah menerima informasi dari anggota Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana yang sedang berjaga di Pos Polisi Lalu Lintas Sudirman Agung kedua pelaku lalu dibawa anggota Reskrim ke Polres Jembrana.

Setelah dilakukan introgasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya mengambil laptop merk Asus Vivobook warna hitam dan Apple Ipad Gen 9 warna silver grey dari dalam tas Zulda Adhfan Aditya saat bus di jalan raya Denpasar-Gilimanuk kawasan hutan Gilimanuk.

Mereka beraksi saat korban sedang tertidur dan dalam melakukan perbuatannya tersebut kedua pelaku mempunyai peran masing-masing yakni Dwi S mengambil barang-barang milik korban didalam tas dan memasukkan buku folio merk Kiky warna hijau kedalam tas korban agar korban tidak curiga barang bawaanya ada yang hilang dan pelaku Eko WS, berperan mengawasi situasi sekitar dan menerima barang-barang yang sudah berhasil diambil selanjutnya memasukkan dalam tas ransel yang telah dibawa.

“Mereka juga mengakui pernah melakukan pencurian dengan dengan cara yang sama didalam bus dengan jurusan Surabaya-Semarang. Mereka mencuri barang penumpang untuk dijual,”ungkapnya.

BACA :  Pj Gubernur Turut Panen Cabai di Lahan Nganggur Milik Pemkab Buleleng

Kedua maling spesialis barang bawaan penumpang bus itu, dipersangkakan melanggar Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular