Selasa, Februari 27, 2024
BerandaGianyarTutup Sejak Tahun 2006, Warga Adat Panempahan Berharap Parta Bangkitkan LPD

Tutup Sejak Tahun 2006, Warga Adat Panempahan Berharap Parta Bangkitkan LPD

Gianyar, balipuspanews.com – Warga Panempahan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar berharap kepada I Nyoman Parta, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali membangkitkan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di wilayah setempat yang sejak tahun 2006 tutup alias tidak beroperasi.

“Kami sangat berharap sekali I Nyoman Parta memperjuangkan dan membangkitkan LPD Panempahan yang sudahh tutup sejak tahun 2006” kata I Made Arya Suardana, Bendesa Adat Panempahan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Kamis (3/8).

Hal ini, kata Arya disampaikan saat I Nyoman Parta melakukan reses atau turun ke tengah-tengah masyarakat menyerap aspirasi di balai Banjar setempat.

Dirinya berharap kepercayaan masyarakat pulih kembali serta bahu membahu membangun LPD setempat.

“Saya sudah sampaikan pula kepada Man Parta agar ikut menaruh uangnya di LPD kembali agar masyarakat percaya,” katanya.

Dengan bangkitnya LPD ini, jelas Arya kedepannya bisa membantu meringankan beban masyarakat utamanya dalam urusan pepeson atau dana sukarela upacara di Pura setempat.

“Di Panempahan ada 12 pura yang menjadi tanggung jawab krama adat, kadang
sekali piodalan harus keluar uang Rp 1 juta, untuk meringankan beban ini masyarakat ingin membangkitkan LPD,” ucapnya.

BACA :  Cari Bambu Penjor, Warga Tegalcangkring Temukan Klian Adat Tergeletak di Kebun

Ketika ditanya apa yang menjadi penyebab LPD itu bangkrut ? Arya menjelaskan karena ketidakmengertian dirinya serta karyawan setempat soal LPD sehingga LPD tak bisa beroperasi.

I Nyoman Parta, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali itu ketika dimintai keterangannya mengatakan pihaknya optimis LPD itu bisa bangkit lagi.

Paling pertama dilakukan adalah bersama -sama sepakat membangkitkan LPD kembali, setelah itu membentuk pengurus.

“Nah setelah terbentuk dilakukann pembinaan dan pelatihan baru di berikan dana perlindungan yang interpalnya Rp 50 juta sampai 200 juta,” katanya.

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular