Sogok ilustrasi google

Karangasem, Balipuspanews.com – Lantaran uang untuk untuk menyogok sebagai PNS tidak dikembalikan, seorang warga Biaslantang Kaler melaporkan rekannya ke Mapolsek Abang.

Kejadian ini sendiri terjadi sekitar bulan September 2012, kala itu pelapor I Wayan Degeng asal Banjar Biaslantang Kaler, Desa Purwakerthi, Kecamatan datang ke rumah terlapor I Gede Agus Eka asal Banjar Kaler, Desa Seraya, Kecamatan Seraya untuk meminta bantuan mencarikan anak Dengeng pekerjaan PNS.

Kemudian terlapor sanggup membantu pelapor karena terlapor mengaku memiliki jaringan di Jakarta yg bisa membantu meloloskan orang menjadi PNS, kebetulan saat itu sedang dibutuhkan tenaga PNS di Dinas PU Kabupaten Karangasem yg tamatan SMA.

Selanjutnya terlapor menyuruh pelapor segera menyiapkan administrasi lamaran. Setelah pelapor menyetor lamaran tsb kemudian pelapor meminta uang transport sebanyak Rp 15 juta, setelah pelapor menyerahkan uang tersebut terlapor kembali meminta uang sebesar Rp 45 juta dgn alasan agar SK anak pelapor segera keluar.

Namun setelah ditunggu beberapa lama tidak kunjung ada kabar dari terlapor hingga pelapor ingin mengecek lamaran tersebut ke Dinas PU, namun dicegah oleh terlapor.

Selanjutnya karena pelapor sudah bosan menunggu lama akhirnya pelapor minta uangnya dikembalikan.

Pada tanggal 29 Agustus 2015 terlapor membuat surat pernyataan akan sanggup mengembalikan uang pelapor namun sampai batas waktu yang dijanjikan terlapor tidak juga mengembalikan uang pelapor.

Kemudian pelapor kembali mencari terlapor untuk menagih uangya namun terlapor hanya janji-janji saja dan terlapor memberikan pelapor Atm dan Cek untuk bisa dicairkan namun setelah akan dicairkan ternyata Atm dan cek tersebut kosong. Kemudian karena terlapor sering membohongi pelapor akhirnya pelapor melapor ke polisi karena merasa selama ini telah ditipu sebesar Rp. 60 juta.

Kapolsek Abang, AKP Sugita Yasa ketika dimintai keterangannya pada hari Selasa (21/2)  membenarkan adanya laporan tersebut.

“Ya kami terima laporannya pada Senin (20/2),” jelasnya singkat.