sewa motor matic murah dibali

MENGWI, balipuspanews.com- Sebanyak 13 armada mobil petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Badung dan Tabanan terlihat sibuk hilir mudik untuk menjinakkan si jago merah yang meluluhlantakkan UD. Widia Ukir belayu, Br. Denkayu Baleran, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang merugikan pemilik toko Made Widia (47) senilai Rp 1,5 miliar.

Menurut Kasubag Humas Polres Badung Iptu Oka Bawa, kebakaran di UD Widia Ukir Belayu di Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Bhuawana, Mengwi, diketahui berlangsung Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 18.30 Wita. Menerima informasi tersebut, jajaran Opsnal Polsek Mengwi menuju TKP untuk memberikan pengamanan sekaligus melakukan penyelidikan.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, yakni pemilik toko Made Widia (47) alamat Banjar Batan Nyuh, Desa Belayu, Marga, Tabanan. Kemudian saksi Marsudi (44), Desak Tirta Nadi (33), dan Komang Artayasa (34).

Dari hasil pemeriksaan saksi saksi, diketahui kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 Wita, diawali pengakuan saksi Komang Artayasa yang kebetulan sedang berada di toko tersebut. Saksi mengatakan saat berada di toko mendengar ada teriakan kebakaran.

“Saksi kemudian keluar dan melihat di dalam toko ukir terjadi kebakaran,” ujar Iptu Oka.

Seraya berteriak minta bantuan warga, saksi juga menyempatkan diri memadamkan api dengan alat seadanya berupa embe besar. Namun kobaran api belum juga padam.

Karena kobaran api semakin membesar saksi menghubungi kakaknya untuk memanggil petugas pemadam kebakaran. Selang beberapa menit, 10 armada damkar dari Kabupaten badung ke lokasi memadamkan si jago merah.

Api terus saja mengamuk, hingg akhirnya dibantu 3 armada damkar dari Kabupaten Tabanan. Setelah 1,5 jam kemudian, kobaran api dapat di padamkan.

Polisi yang berada dilokasi kejadian masih memeriksa keterangan sejumlah saksi untuk membuat laporan dan dibantu Tim Identifikasi untuk menyelidiki penyebab kebakaran.

“Kerugian dari kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 1.5 miliar. Penyebab kebakaran masih diselidiki,” tegasnya. (pl/bpn/tim)