kebun jati habis dimakan ulat bulu

NEGARA,balipuspanees.com- Warga banjar Anyar, Desa Batuagung, kecamatan Jembrana khususnya yang tinggal didekat kebun jati, sejak lima hari lalu resah.

Penyebabnya karena rumah mereka diserang ribuan ulat bulu yang berasal dari kebun jati.Ribuan ulat bulu itu awalnya muncul di kebun jati yang lokasinya dekat dari pemukiman warga.

Setelah menghabiskan daun jati dikebun seluas sekitar satu hektar hingga meranggas, ulat bulu tersebut kemudian masuk ke pemukiman.

Ulat yang berjatuhan, dari pohon jati akibat tertiup angin kemudian masuk ke rumah  warga termasuk kandang sapi yang ada didekat kebun jati itu.

“Awalnya ulat bulu itu mulai muncul dan memakan daun pohon jati. Lalu berjatuhan karena ditiup angin lalu menjalar masuk ke kebun dan rumah warga yang ada didekatnya,” ujar Ida Bagus Sumadi yang rumahnya diselatan kebun jati Rabu (15/1).

Ulay bulu berwarna hitam dengan ukuran 3 sampai 4 centimeter itu saat pertama  muncul jumlahnya  jauh lebih banyak disbanding sekarang.

“Waktu  pertama  muncul sampai  terlihat  dijalan desa termasuk masuk ke halaman  rumah. Lalu sekarang  berkurang dan lebih banyak di pagar rumah,” ungkapnya.

akibat serangan ribuan ulat bulu itu Sumadi dan keluarganya menjadi risih dan geli. Jika tersentuh kulit maka akan mengakibatkan gatal.

“Jika keluar rumah melintasi jalan desa, banyak juga ulat bulu itu menempel  dipakaian  maupun badan,” ujarnya.

Dewa Ketut Minata, warga lainya yang juga rumahnya diserang ulat bulu mengatakan serangan ulat bulu sampai masuk ke bak  penampungan  air serta  kamar  rumahnya.

Karena dimasuki ulat bulu maka airnya tidak bisa untuk memasak dan mandi. Bahkan usaha ,laundry nya juga sementara tutup karena kesulitan air untuk mencuci.

“Setiap hari ulat berwarna hitam itu masuk ke rumah sampai ke dalam kamar dan memenuhi plapon rumah dan setiap sudut rumah. Kami sampai takut dan geli,” ungkapnya.

karena serangan ulat bulu itu Minata dan keluarganya harus mengungsi tidur ke Balai Daja.

” Kami tidak berani tidur di tempat biasanya karena penuh ulat,” jelasnya Minata juga sudah berusaha mengatasi ulat bulu itu dengan menyemprot dengan obat semprot dan bangkainya dibakar.

Sementara itu Kordinator Petugas  Pengendali  Organisme Penggangu  Tumbuhan  Made Kerta, saat melakukan pengecekan ke lokasi mengatakan kemunculan ulat  bulu itu merupakan siklus  alam. Selain di banjar anyar sari laporan yangditerima,  hampir diseluruh Jembrana muncul serangan ulat bulu.

“Fenomanea ini adalah siklus tahunan bukan kali ini saja, tahun-tahun sebelumnya  juga seperti ini,” ungkapnya.

Namun serangan ulat bulu tersebut tidak merugikan tanaman karena hanya memakan daun. Tidak sampai membuat mati tanaman.

Yang menjadi masalah ketika tanaman yang diserang ulat bulu dekat dengan pemukiman habis lat bulu akan jatuh dan menjalar ke rumah warga yang di dekatnya/bawahnya.

“Karena menyerang pemukiman jelas ini membuat warga jadi geli atau takut gatal. Padahal tidak segatal ulat bulu yang jenis lain,” jelasnya.

Menurutnya setelah kemarau berganti musim hujan,  hampir  semua  pohon jati  diserang ulat bulu. Namun ulat  jenis ini tidak membahayakandan sangat  specifik hanya memakan daun jati.

Ulat bulu itu akan bermetamorfose menjadi kepompong kemudian kupu-kupu. Terhadap kemunculan ulat  ini, pihaknya menghimbau  penanganan dengan cara alami karena dalam  waktu sepekan  ulat  akan  bermetamorfose.

“Kami  sudah kordanasi dengan warga agar jangan mengunakan insektisida karena berbahaya  bagi lingkungan. Dialam ulat ini, ada predator seperti burung atau  tawon,  hanya saja ulatnya  yang muncul  lebih banyak  dibanding  predatornya  dialam sehingga sampai masuk ke pemukiman,” terangnya. (nm/bpn/tim)