Unwar Bekali Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SMANTAP, Lembongan

Kepala Sekolah, Tim Pengabdi Unwar dan siswa SMANTAP
Kepala Sekolah, Tim Pengabdi Unwar dan siswa SMANTAP

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Perhatian untuk mencetak sumber daya manusia tidak mesti dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat saja.

Peran serta perguruan tinggi juga sangat dibutuhkan oleh Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) demi melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing dengan dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.

Tak terkecuali Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Atap yang sering disebut SMANTAP Lembongan terletak di Nusa Lembongan tak luput dari perhatian Universitas Warmadewa (Unwar) untuk diberikan pengetahuan berupa keterampilan berbahasa sebagai daerah kawasan pariwisata dunia yang patut dibekali kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi di kampung bule.

Seperti diketahui, SMANTAP Lembongan ini didirikan dengan tujuan agar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berasal dari dua pulau kecil di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung , yaitu Lembongan dan Ceningan ini bisa mendapatkan pendidikan yang sama seperti mereka yang ada di daratan atau perkotaan.

Baca Juga :  Cabor Muaythai Klungkung Sukses Raih Juara Umum di Ajang Porprov Bali 2022

Sama halnya dengan sekolah menengah atas (SMA) pada umumnya, SMANTAP memiliki dua jurusan, yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran juga sama.

Namun, dibawah kepemimpinan Drs. Made Kemoja sebagai Kepala Sekolah yang jeli menangkap peluang yang ada di lingkungan sekitar, kemudian bersama tim pengajarnya memberikan pelajaran tambahan muatan lokal bidang pariwisata berupa food production.

“Pemberian muatan lokal ini sangat berguna bagi lulusan SMANTAP Lembongan nantinya. Karena SMANTAP ini berada di destinasi wisata setiga emas, yaitu yaitu Sanur, Nusa Lembongan dan Nusa Penida, yang terkenal dengan keindahan alam, seni budaya dan wisata bawah lautnya yang mempesona, sehingga mereka harus dibekali sedikit keterampilan untuk terjun ke dunia industri pariwisata” ungkap Made Kemoja, Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga :  Operasi Zebra Agung 2022 di Klungkung, Pelanggar Hanya Diberikan Teguran

Tetapi muatan lokal ini tidak disertai oleh pengembangan soft skill berupa kemampuan bahasa Inggris untuk terjun ke dunia industri pariwisata. Materi pelajaran bahasa Inggris yang diberikan berpedoman pada kurikulum yang berlaku, belum sesuai dengan kebutuhan bahasa Inggris di dunia industri pariwisata, sehingga kemampuan bahasa Inggris pariwisata siswa dan lulusan SMANTAP belum memadai untuk terjun dan berkomunikasi langsung dengan tamu dalam memberikan layanan.

Beranjak permasalahan ini, PKM Unwar menawarkan dua solusi kepada mitra yaitu Pertama, model pendampingan pengembangan bahan ajar bahasa Inggris berbasis pariwisata dengan budaya lokal.

Tim PKM Universitas Warmadewa mendampingi tim pengajar bahasa Inggris mitra dalam mengembangkan bahan ajar bahasa Inggris agar sesuai dengan kebutuhan dunia pariwisata.

Kedua, Tim PKM Unwar ikut mengajar dengan tim guru bahasa Inggris mitra. Selanjutnya, PKM Unwar menawarkan solusi ikut mengajar dengan tim guru bahasa Inggris mitra secara bergantian. Solusi ini bertujuan untuk memberikan penyegaran baik kepada siswa maupun kepada tim pengajar mitra.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Tekankan Wisudawan Grandiozza International Hospitality untuk Bergerak Meraih Mimpi

Di samping itu, pembelajaran secara bergantian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan ajar yang dikembangkan agar bisa diperbaiki dan disempurnakan lebih lanjut.

Strategi ini bermuara agar bisa ditetapkan sebagai bahan ajar untuk kelas yang sama di masa yang akan datang. Kegiatan PKM ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris Pariwisata siswa SMANTAP Lembongan.

Selain juga membekali para lulusan bagi yang tidak bisa melanjutkan karena faktor ekonomi, sehingga memiliki kesempatan dan siap terjun ke dunia industri pariwisata dengan bekal berbahasa yang mumpuni sehingga mampu bersaing di dunia kerja sesuai kebutuhan dunia Pariwisata.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan