Selasa, Juli 16, 2024
BerandaNewsEdukasiUnwar Beri Penguatan Kemandirian dan Pemasaran Digital Kelompok Industri Tumpeng

Unwar Beri Penguatan Kemandirian dan Pemasaran Digital Kelompok Industri Tumpeng

GIANYAR, balipuspanews.com – Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis. Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya.

Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan finansial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UKM untuk meningkatkan produktivitasnya.

Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran. Hal ini akan dipecahkan oleh akademisi Universitas Warmadewa melalui kegiatan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) yang beranggotakan Ni Nyoman Suriani, SE, MM (Ketua), I Made Yogiarta, SE., M.M (Anggota) dan L.G.P. Sri Eka Jayanti, SE., M.Si., AK.,CA, (Anggota).

Ketua tim PKM dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Ni Nyoman Suriani, SE., MM, mengungkapkan pasca Covid-19 ini bisa menjadi momentum bagi para pelaku UKM untuk melakukan transformasi digital agar dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Beberapa penelitian menunjukkan keterkaitan antara pengguna media digital seperti media sosial dengan volume penjualan peningkatan penjualan paling banyak dirasakan UKM sebesar 10-50 persen setelah menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran.

Nyoman Suriani menyatakan, salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah Banjar Batur Desa Batubulan, yaitu Ibu Ni Nyoman Puteri yang merupakan  pengusaha tumpeng di Banjar Batur, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Nyoman Puteri mengaku dampak yang dirasakan mitra pasca pandemi saat ini adalah kendala dalam pemasaran karena mengalami penurunan penjualan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya sumber modal, kurangnya promosi, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan.

Dalam upaya membantu memecahkan permasalahan maka dilakukan pengabdian oleh tim dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPM) Universitas Warmadewa memberi solusi berupa pemberian pendampingan manajemen akuntansi, dan manajemen pemasaran dan tata kelola kewirausahaan Metode yang digunakan adalah: ceramah, pelatihan dan pendampingan serta diskusi.

Nyoman Suriani mengungkapkan, outcome dari kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan dan  keterampilan mitra dalam menerapkan konsep kewirausahaan dapat membuat membuat laporan keuangan yang sederhana, dapat mempergunakan aplikasi media sosial dalam hal ini Whatsapp, dan Facebook dalam memasarkan tumpeng berbasis online.

“Dengan PKM ini pendapatan dari usaha tumpeng semakin meningkat.
Dan dengan adanya pendampingan kendala yang dialami mitra dapat diminimalkan. Pada akhirnya, usaha tumpeng mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membantu perekonomian masyarakat,” pungkasnya mengakhiri.

Dalam kesempatan sama L.G.P. Sri Eka Jayanti, SE., M.Si., AK., CA.,, mengungkapkan pentingnya tata kelola keuangan yang baik untuk usaha. Pencatatan dan pembukuan untuk keluar masuknya uang atau kas dan memisahkan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan untuk pengelolaan usaha.

Sementara Made Yogiarta menambahkan, pentingnya memasarkan produk melalui promosi lewat media online sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan.

“Yang tidak kalah pentingnya, pendampingan pengadaan peralatan proses produksi yaitu berupa bantuan barang dan modal berupa oven sebagai alat bantu dalam proses pengeringan,” sambungnya memungkasi.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular