Unwar Identifikasi Ancaman Longsor di Bangli

Relawan Universitas Warmadewa saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak longsor di Desa Trunyan, Bangli
Relawan Universitas Warmadewa saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak longsor di Desa Trunyan, Bangli

BANGLI, balipuspanews.com – Penanganan pasca bencana gempa dan longsor yang terjadi di Desa Trunyan, Bangli beberapa pekan lalu menjadi atensi Universitas Warmadewa (Unwar) untuk melakukan pengabdian sosial sebagai bentuk kepedulian Unwar hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.

Atas nama Relawan Universitas Warmadewa, tim yang dipimpin oleh Dr. Ir. I Nengah Sinartha, MT, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli melaksanakan kegiatan survey indetifikasi potensi ancaman longsor pasca gempa 16 Oktober 2021 lalu.

Berdasarkan hasil survey identifikasi, Senin (1/11/2021), kondisi saat ini sebanyak tiga dusun terisolasi dari transportasi darat keluar dari wilayah tersebut. Atas kondisi tersebut, pihak BPBD sampai dengan tanggal 5 November 2021 masih membuka posko bantuan dan kemanusiaan di Terminal/Dermaga Kedisan guna memantau dan melaksanakan siaga bencana mengingat kondisi longsor di beberapa titik masih terjadi.

Baca Juga :  Polantas Polres Badung Sambangi Sekolah Edukasi Tertib Lalu Lintas

Dalam kegiatan ini bertujuan untuk, Pertama, Mengetahui potensi longsor susulan pada tiga dusun yang terisolasi : Dusun Trunyan, Dusun Cemara Landung, dan Dusun Dukuh Abang Batu Darah. Kedua, Pendataan mencapai delapan area longsor yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Tiga, rusaknya struktur lereng akibat gempa maka perlu adanya perhitungan potensi ancaman longsor susulan.

Sedangkan Keempat, Analisis struktur lereng berdasarkan foto/video drone dan pemantauan batuan-batuan yang terlontar/Rock Fall dan material longsoran menghasilkan metode penanganan terbaik yang akan diusulkan sebagai mitigasi lanjut bagi pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut relawan juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat terdampak dengan harapan dapat selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam memitigasi ancaman bencana di kawasan Geopark Kintamani Bali.

Baca Juga :  Di Kapal Selam KRI Alugoro-405, Puan Terima Brevet Kehormatan TNI AL

Penulis: I Nengah Sinartha

Editor: Oka Suryawan