Unwar Lepas 1121 Wisudawan, Masa Tunggu Lulusan 4,37 Bulan

Foto dari kiri ke kanan : WR III, Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPU., Asean.Eng., WR II, Ni Putu Pertamawari, S.E., MM, Rektor Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Ketua Panitia dr. Rima Kusuma Ningrum, MMedEd., WR I, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. 
Foto dari kiri ke kanan :WR III, Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPU., Asean.Eng., WR II, Ni Putu Pertamawari, S.E., MM, RektorProf. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Ketua Panitiadr. Rima Kusuma Ningrum, MMedEd.,WR I, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. 

DENPASAR, balipuspanews.com – Universitas Warmadewa (Unwar) melepas sebanyak 1121 wisudawan/wati dalam rangka Diesnatalis ke-37 dan Wisuda ke- 67, Jumat (17/9) yang diikuti secara online, hanya perwakilan dan undangan yang hadir secara langsung.

Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.Sp.PARK, menyampaikan selamat, karena telah menyelesaikan Pendidikan Tinggi di Universtas Warmadewa yang kita cintai. Mulai hari ini saudara telah menjadi alumni, selaku Rektor mohon dukungan untuk tetap aktif berkomunikasi dengan almamater guna memajukan Universitas Warmadewa.

Widjana menyadari, keinginan para wisudawan untuk hadir secara langsung dalam wisuda tetap tinggi. Namun, kondisi yang tidak memungkinkan, sehingga acara harus digelar secara hybrid karena pandemi Covid-19.

Meski demikian, acara wisuda dengan modus daring ini tidak mengurangi essensi bahwa saudara telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Warmadewa. Saat saudara masih berstatus mahasiswa tanggung jawab saudara adalah didominasi oleh tanggung jawab akademik, dan setelah saudara menjadi alumni mengemban tanggung jawab sosial dan harus mampu menunjukkan keunggulan sebagai alumni Universitas Warmadewa.

Widjana memaparkan, jumlah yang wisudawan yang dilepas hari ini sebanyak 1121 orang yang terdiri dari Pascasarjana 77 orang, Fakultas Hukum 121 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 457 orang, Fisip 56 orang, Fakultas Sastra 55 orang, Fakultas Pertanian 37 orang, Fakultas Teknik dan Perencanaan 237 orang, dan FKIK 81 orang.

Dari sekian banyak lulusan Unwar, sebagian besar terserap di dunia kerja. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil Tracer Studi yang dilakukan pada tahun 2021 ini dadapatkan masa tunggu lulusan hanya 4,37 bulan, rata-rata Gaji Rp. 3.027.000, dengan kesesuaian bidang kerja sebesar 62,32% .

Hal ini berarti Unwar mampu memberikan pendidikan berkualitas sehingga wisudawan mudah terserap, pun ada yang belum terserap, tidak membutuhkan waktu lama setelah diwisuda.

“Sampai saat ini, dengan dilepasnya wisudawan pada hari ini maka jumlah alumni sebanyak 35.789 orang, ini merupkan potensi yang besar untuk diberdayakan agar berkontribusi untuk pengembangan Universitas Warmadewa,” ungkap Rektor Widjana.

Widjana merinci, untuk lulusan Magister, memiliki prestasi akademik seperti berikut: tamat tepat waktu 70 orang (90,91%), rata rata IPK 3,78, rata-rata masa studi 1,98 tahun, penyelesaian Tugas Akhir kurang dari 6 bulan 64 orang (84,21%).

Untuk program Sarjana lulusan tepat waktu 835 orang (79,98%); rata rata IPK 3,47; rata rata masa studi 4,09 tahun dan penyelesain Tugas Akhir kurang dari 6 bulan 807 orang (78,20%).

Dilihat dari capain, lanjut Widjana, output bidang pendidikan ini sudah jauh diatas standar nasional, bahkan semuanya berada pada bobot nilai tertinggi skala empat. Namun kalau hanya dari output ini masih belum cukup untuk menilai kualitas lulusan dan perlu diperkuat dengan hasil tracer study.

Lebih jauh Rektor menambahkan, untuk meningkatkan kualitas lulusan ini mutu pembelajaran terus ditingkatkan seperti: pengendalian pembelajaran setiap hari yang bisa dimonotoring melalui Sistem Informasi Akademik, karena ini bisa dipantau secara sentral dari Rektorat, Dekanat, dan Kaprodi masing-masing.

Evaluasi ini dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, baik itu evakuasi diagnostik, formatif dan sumatif, sehingga Sistem Penjaminan Mutu Internal ini semakin hari semakin ditingkatkan. Sistem Informasi Akdemik ini, setiap saat ditingkatkan menunya sehingga bisa merecord histori interaktif dalam proses pembelajaran antara dosen dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan mahasiswa, secsuai dengan kosep Student Centered Learning.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., mengatakan, wisuda merupakan tanda atau tonggak awal dari setiap wisudawan/wati untuk memulai menjalani suatu proses kehidupan dengan tantangan yang lebih dinamis dan lebih kompleks.

Tatkala menjadi mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi, tentu ruang lingkup tantangan yang dihadapi masih relatif terbatas, jika dibandingklan dengan tantangan dilingkungan ranah kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, setelah diwisuda jangan berhenti belajar dan menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang begitu sangat cepat dan pesat.

Di era kekinian, lanjut Dasi, setiap insan manusia, termasuk wisudawan/wati dituntut kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas agar tetap eksis, mampu bersaing dan menjadi pemenang.

“Oleh karena itu, setiap insan, termasuk para wisudawan maupun wisudawati yang saat ini diwisuda wajib untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, terutama kesiapan mental dan berbagi kecakapan (Skill) sehingga bisa tetap eksis dalam menghadapi dan menikmati gelombang persaingan, sebagaimana seorang peselancar yang sangat senang menikmati tantangan dan ancaman dari ganasnya gelombang laut yang semakin besar,” ungkap Dasi.

Yang tidak kalah penting, kata Dasi, penguasaan terhadap berbagai multi kecakapan di era MEA dan global saat ini adalah menjadi kewajiban bahkan kemutlakan, seperti human skill, desn skill, conceptual skill, manajemen skill, technical skill, soft skill dan spiritual skill.

Penguasaan terhadap multi kecakapan seperti itu sebetulnya belum menjamin suatu keberhasilan, tetapi paling tidak dengan penguasaan berbagai kecakapan bisa turut serta menjadi bagian dari “Permainan” dalam dinamika pembangunan, baik ditingkat lokal, nasional maupun international.

“Di era kekinian persaingan tidak hanya terjadi di tingkat pencari kerja saja. Akan tetapi pengelola Perguruan Tinggi tidak luput pula dengan persaingan. Perguruan Tinggi wajib meningkatkan mutu pendidikan secara sistematik dan berkelanjutan,” ajak Dasi kepada penyelenggara pendidikan tinggi Unwar.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan