Update Covid-19 di Buleleng, 10 Orang Sembuh, Angka Meninggal Bertambah 3

Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si selaku Seksi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng
Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si selaku Seksi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng pada hari ini terdapat sepuluh orang sembuh dari Covid-19. Kesepuluh orang tersebut menambahkan angka sembuh yang ada di Buleleng. Sementara meski mengalami penambahan angka pasien sembuh yang cukup banyak masih ada empat orang yang terkonfirmasi positif dan tiga orang pasien yang dinyakatan meninggal dunia.

Dr. Drs. I Ketut Suweca, M.Si selaku Seksi Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng menerangkan sepuluh orang yang sembuh itu sebagian besar dari Kecamatan Kubutambahan sebanyak 4 orang, Kecamatan Sukasada ada 3 orang, Kecamatan Sawan ada 2 orang, dan Kecamatan Busungbiu ada 1 orang.

“Selain pasien sembuh, penanganan Covid-19 hari ini juga mengalami penambahan kasus terkonfirmasi baru sebanyak 4 orang,” ungkapnya.

Dirinya memaparkan kasus terkonfirmasi baru masing-masing berasal dari empat kecamatan yang diantaranga Kecamatan Buleleng, Banjar, Sawan, dan Gerokgak 1 orang, keempat pasien tersebut sudah melakukan karantina. sementara terkait data lainnya, pihaknya menambahkan secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 999 orang dengan rincian, sembuh sebanyak 899 orang.

Sedangkan yang dirawat di Buleleng sebanyak 29 orang dan dirawat di luar Buleleng sebanyak 18 orang. Data lain, kasus suspek kumulatif sebanyak 1.224 orang, dengan rincian suspek konfirmasi sebanyak 527 orang, discarded sebanyak 613 orang, suspek masih dipantau sebanyak 34 orang, dan probable sebanyak 50 orang.

Perincian kasus meninggal serta riwayatnya yaitu pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 47 tahun berasal dari Kecamatan Sawan dengan riwayat pasien datang ke IGD RSU Parama Sidhi pada tanggal 21/10/2020 dengan keluhan demam dan sesak sejak tanggal 20/10/2020. Pasien diketahui memiliki komorbid penyakit ginjal (CKD), dan dinyatakan meninggal dunia tanggal 23 Oktober 2020.

Berikutnya ada pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 84 tahun berasal dari Kecamatan Gerokgak dengan riwayat pasien datang ke IGD RSUD Kab. Buleleng atas rujukan dari Puskesmas Gerokgak II pada tanggal 21/10/2020. Pasien datang dengan keluhan sesak, demam, tidak mau makan minum, dan batuk sejak lima hari sebelumnya, dan pasien dinyatakan meninggal dunia tanggal 23/10/2020.

Berikutnya pasien berjenis kelamin laki-laki dengan usia 76 tahun berasal dari Kecamatan Buleleng dengan riwaya Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mendapat informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwa ada salah satu warga Buleleng yang sedang dirawat di RS Puri Raharja dan berstatus covid terkonfirmasi.

Dari hasil penelusuran diketahui bahwa pasien adalah suami dari salah seorang pasien yang terkena kasus probabel yang meninggal tanggal 3/10/2020. Pasien dirawat dengan keluhan mual dan nafsu makan menurun dengan penyakit penyerta berupa jantung dan komplikasi ginjal, dan dinyatakan meninggal dunia tanggal 22/10/2020.

“Kasus meninggal bertambah 3 orang berasal dari Kecamatan Buleleng, Sawan, dan Gerokgak, dengan itu total kasus meninggal menjadi 53 orang,” imbuhnya.

Sementara itu, perkembangan kasus kontak erat di Buleleng mengalami peningkatan menjadi 6.761 orang, dengan rincian kontak erat konfirmasi 285 orang, discarded 5.998 orang, karantina mandiri sebanyak 234 orang, dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 244 orang. Lebih lanjut, dijelaskan kasus konfirmasi non suspek/kontak erat bertambah menjadi 187 orang.

Selain itu, lebih jauh pihaknya juga menerangkan permohonan Surat Keterangan (Suket) tempat ibadah aman dari Covid-19 yang diajukan sebanyak 152 permohonan. Dengan rincian total permohonan suket yang sudah ditandatangani sebanyak 147 yang meliputi 81 Masjid, 20 Gereja, 45 Pura, dan 1 Wihara, permohonan yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 5 permohonan tempat ibadah, dan yang sudah ditandatangani namun masih dievaluasi kembali sebanyak 37 permohonan tempat ibadah.

“Masyarakat selalu berpegang teguh kepada protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 seperti menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau handsanitizer, dan jaga jarak,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan