PHK

DENPASAR, balipuspanews.com – Sebanyak 34 ribu lebih pekerja dari sektor formal dan informal telah dirumahkan dan sebanyak 480 pekerja kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Ya khusus untuk pegawai yang bekerja formal 19.100 orang sudah dirumahkan, sedangkan 480 orang telah di PHK akibat mewabahnya COVID -19 ini, ” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda ketika dimintai keterangan ketenagakerjaan pasca COVID -19, Selasa (7/4/2020).

Saat ini, pekerja yang di PHK pihaknya telah mengajukan ke pusat untuk diverifikasi kembali agar mendapatkan Kartu Pra Kerja.

“Bagaimana teknis pengumumannya sampai saat ini tengah digodok,” ujarnya.

Yang jelas ketika lolos verifikasi akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 3.550.000 dengan model pelatihan secara online.

“Rp 1 juta ditransfer untuk bayar pelatihan, kemudian sisanya dicicil bertahap selama 4 bulan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Wayan Mardinasa mengatakan khusus di pekerja informasi yakni pekerja yang tak mendapatkan penghasilan tetap sudah 15 ribu dirumahkan.

Pekerja informal yang dimaksud adalah pekerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang umumnya sebagai pedagang di Pasar seni seluruh Bali seperti pasar Seni Sukawati, Giwang, Kuta, Tanah Lot dan lainnya.

Kondisi ini menurutnya sangat memprihatinkan, bahkan akan menjadi masalah ketika kondisi ini berlarut larut.

Namun yang pasti khusus dari sisi stok pangan Mardinasa mengaku mencukup sampai 4 bulan ke depan.

“Sudah ada stok beras sebanyak 62 ribu ton,” ujarnya