Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Denpasar Usai Nyoblos,  Gunung Agung Erupsi 2.000 Meter

Usai Nyoblos,  Gunung Agung Erupsi 2.000 Meter

Karangasem,  balipuspanews. com -Setelah warga Bali mencoblos pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Gunung Agung, Bali mengalami erupsi pada hari Rabu (27/ 6) pukul 22:21 Wita dengan tinggi kolom abu teramati  2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut).

” Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 1 menit 9 detik, ” kata Dewa Merta,  Kepala Pos Pantau Gunung Agung,  Rabu (27/6).

Baca Juga: Kecelakaan di Selat, Pemotor asal Klungkung Tewas

Sementara itu,  sampai saat ini G. Agung berada pada Status *Level III (Siaga)* dengan rekomendasi:

(1) Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(suar/bpn/tim)

 

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of