Tersangka Penikam teman sudah diamankan di Polsek Mendoyo
Tersangka Penikam teman sudah diamankan di Polsek Mendoyo
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Pesta minuman beralkohol (mikol) pada acara ulang tahun Bintang, di banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo pada Rabu (21/8) malam berujung penikaman.

Putu Ega Diana Putra (19), pemuda asal Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, mengalami luka parah, akibat ditikam oleh IGN KJP, (18) anak baru gede (ABG) warga banjar Palungan Batu, Desa Batu Agung, Jembrana.

Informasi yang dihimpun, Putra bersama teman-temanya datang untuk menghadiri undangan temanya yang akrab disapa Bintang. Setelah merayakan ulang tahun kemudian diisi dengan acara pesta mikol jenis arak. Tidak lama berselang, kemudian datang KJP bersama lima orang temannya ke acara tersebut.

Putra minum mikol bersama teman-temanya tepisah dari KJP dan kelompoknya. Setelah mikol kelompok KJP habis, lalu mereka bergabung dengan kelompok Putra.

Setelah bergabung tidak lama kemudian mulai muncul ketegangan diantara mereka. Putra yang sudah dipengaruhi aklohol mulai berjoged sambil bicara mengeluarkan kata-kata yang kurang enak didengar KJP dan kelompoknya.

Ketegangan mereka berlanjut hingga pesta mikol bubar sekitar pukul 23.00. Saat bubar, tiba-tiba Putra tumbang ditikam oleh KJP dengan pisau belati di perut kirinya. Melihat Putra roboh bersimbah darah teman-temanya kemudian melarikanya ke Pukesmas Yehembang.

Sementara itu polisi yang mendapat informasi kejadian itu langsung mengamankan KJP dan teman-temannya. Kelian Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin Ketut Agus Kanta dikonfirmasi melalui telpon Kamis (22/8) membenarkan kejadian penikaman tersebut. Namun seperti apa kronologinya tidak diketahui persis.

“Paginya saya mendapat kabar kejadian itu. Saya langsung ke lokasi dan sudah dipasangi garis polisi dan pelakunya juga sudah diamankan di Polsek Mendoyo,” ujarnya.

Kapolsek Mendoyo Kompol Made Karsa yang dikonfirmasi terpisah mengatakan penikaman itu dipicu kesalahpahaman setelah mereka pesta arak saat ulang tahun temanya. Untuk proses selanjutnya penyidik masih melakukan pemeriksaan itensif terhadap sejumlah saksi-saksi, diantaranya dari teman-teman pelaku dan korban serta memeriksa itensif pelaku.

”Malam itu juga anggota ke TKP untuk melakukan olah TKP dan pengamankan pelaku dan saksi-saki. Kami juga menunggu hasil visum korban yang saat ini dirawat di RSUP Sanglah,” ungkapnya didampingi Kanit Reskrim Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara.

Kapolsek juga menghimbau warga terutama kelompok anak-anak muda agar tidak menenggak mikol saat menggelar suatu kegiatan atau acara atau kapanpun itu karena mikol slain membahayakan kesehatan dan merusak masa depan juga bisa memicu aksi criminal.

Disisi lain KJP menuturkan, peristiwa tersebut dipicu oleh tindakan Putra yang tidak sopan terhadap kelompoknya. “Begitu kami gabung, korban joged-joged dan kakinya sampai naik mengenai kepala teman saya. Tapi saat itu saya bilang ke teman-teman agar jangan diladeni karena kita cari teman bukan cari musuh. Saat itulah ketegangan mulai terjadi,” ujarnya.

Setelah bubar mereka bersama-sama keluar dan diluar korban sempat bertanya kepada teman KJP apakah sakit kalau ditato. Oleh KJP dijawab apakah memanga berani ditato. “Lalu korban memukul kepala saya dua kali. Saya kesal kemudian saya gores dengan pisau,” akunya.

Menurutnya pisau belati yang digunakan untuk menikam korban itu awalnya milik temannya dan diminta oleh dirinya dan selalu dibawa kemana-mana. Untuk menjaga diri karena sering dipalak orang. “Saya minta pisau itu untuk jaga diri,” ujarnya. (nm/bpn/tim)