Usai Sudikerta, Giliran Suparjo Diperiksa Bawaslu Buleleng

Singaraja, balipuspanews.com – Made Suparjo diperiksa sebagai terlapor oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Buleleng,  Selasa (27/11).

Caleg DPRD Provinsi Bali yang maju melalui Dapil Buleleng ini diperiksa atas dugaan melaksanakan kampanye di areal Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Seperti diketahui, Suparjo dilaporkan oleh seorang warga bernama Gede Suardana ke Bawaslu Provinsi Bali, Rabu (21/11) lalu. Ia diduga melakukan aksi kampanye, saat mengikuti persembahyangan bersama Ketut Sudikerta dan warga sekitar, di areal Pura Dalem Desa Bebetin. Kegiatan mereka pun terekam melalui video berdurasi 50 detik, dan diunggah melalui Facebook dengan nama akun ‘Tommy Sudikerta’.

Seusai memberikan keterangan kepada Bawaslu Buleleng, Suparjo mengaku dirinya diberikan lima pertanyaan oleh pihak Bawaslu Buleleng. Dimana pada intinya menanyakan apakah benar dia hadir dalam persembahyangan bersama tersebut, serta apa saja yang disampaikan dalam kegiatan itu.

Suparjo pun berkilah jika dirinya telah mengajak masyarakat di desa setempat untuk memilihnya maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Bali. Dalam kegiatan persembahyangan bersama itu, Caleg dari partai Nasdem ini mengklaim bahwa dirinya hanya sebatas memberitahukan kepada masyarakat mengenai tahun politik.

“Itu bukan mengajak. Artinya itu adalah memberitahukan pada masyarakat.  Kami sampaikan adalah bagaimana kedepan ini adalah tahun politik. Masyarakat itu biar nggak di tahun politik ini gontok-gontokkan. Kedepan, bagaimana semeton Desa Bebetin itu mampu memeberikan kontribusi dalam artian terpilihnya anggota dewan di tinggkat I, II begitu juga di DPR RI. Jalau itu mampu dilakukan krama desa Bebetin, betapa luar biasanya Desa Bebetin ini. Bukan kami mengajak harus memilih si A, si B, si C,” tegasnya.

Atas adanya laporan ini, Suparjo pun merasa tidak keberatan. Ia mengaku telah menyerahkan sepenuhnya  hal ini ke Bawaslu Buleleng bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), apakah tindakannya pada saat sembahyang bersama tersebut terbukti menyalahi aturan atau tidak.

“Apa yang ditunduhkan itu kan nanti sesuai dengan apa yang disimpulkan oleh Gakkumdu. Apakah yang kami lakukan sesuai dengan apa yang dilaporkan. Biar tidak saling sangkal. Kami ikuti proses kalarifikasinya, yang nantinya membernarkan atau menyalahkan apa yang saya lakukan,” terangnya.

Pria asal Desa Bebetin ini pun menjelaskan, sembahyang bersama yang digelar pada Sabtu (17/11) malam itu, dalam rangka acara reses dari anggota DPRD tingkat II Buleleng, dari Fraksi Partai Golkar bernama Gede Suparmen.

“Cuma kami disana hadirnya kapasitasnya sebagai Kelian Dadia. Yang hadir saat itu kelian dadia, beserta anggota krama dadianya, yang diberikan dana hibah dari Gede Suparmen bersamaan dengan reses,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana mengatakan, jika Suparjo nantinya terbukti melanggar ketentuan Pasal 280 ayat 1 huruf h, maka yang bersangkutan akan terkena hukuman pidana dan denda.

Nah, dari hasil pemeriksaan terlapor Suparjo dan saksi Ketut Sudikerta, pihaknya mendapatkan satu nama orang lagi yang juga harus dimintai keterangannya, yakni Gede Suparmen disebut-sebut sebagai penyelenggara acara persembahyangan bersama di areal Pura Dalem Desa Bebetin tersebut.

“Kami akan panggil penyelenggara kegiatan (Suparmen) besok. Nama Suparmen muncul setelah kami mengklarifikasi terlapor, pelapor dan saksi,” tutupnya.

Sebelumnya, Bawaslu Buleleng juga meminta keterangan dari mantan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta sebagai saksi atas dugaan melaksanakan kampanye di areal Pura Dalem Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here