Rabu, Oktober 28, 2020
Beranda Bali Badung Usia ke-9 Triska Badung, Kepercayaan Masyarakat Progresif tiap Tahun

Usia ke-9 Triska Badung, Kepercayaan Masyarakat Progresif tiap Tahun

BADUNG, balipuspanews.com- Setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) biasanya sekolah-sekolah swasta ketar-ketir akibat diberlakukannya kebijakan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB yang menggunakan sistem zonasi dan ditambah dengan keluarnya surat edaran (SE) dari Gubernur Bali, kebijakan itu mengakibatkan calon murid yang telah mendaftar di sekolah swasta memilih hijrah ke sekolah negeri.

Namun kondisi tersebut tidak berlaku bagi SMK PGRI 3 Denpasar.

Tepat di usianya yang ke-9 tahun, Sekolah swasta yang terletak di Jalan Wayang Gebyag No. 5, Dalung, Kuta Utara, Badung ini selalu mencatatkan grafik positif dari tahun ke tahun layaknya anak tangga, baik dari capaian prestasi akademik, non akademik, kompetensi guru, kurikulum, sarana-pra sarana hingga kepercayaan masyarakat.

“Awal berdiri 9 tahun lalu kami dapat 134 peserta didik dengan 1 program keahlian. Syukurlah tahun kedua dan seterusnya meningkat. Bahkan tahun ini jumlah siswa baru 407 dari program keahlian multimedia, jasa boga dan akomodasi perhotelan,” kata Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Made Tambun, M.Pd.H., usai membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru di sekolah setempat, Senin (15/7).

Tambun tak pelit informasi ketika ditanya strateginya dalam mempertahankan eksistensi sekolah swasta yang selama ini masih dianggap beda kasta dengan sekolah negeri. Kepala sekolah yang fasih berbahasa Inggris ini mengaku selain diuntungkan dengan padatnya populasi penduduk Dalung, sekolahnya juga didukung perencanaan yang matang, baik jangka pendek, menegah dan panjang.

Peran kepala sekolah sebagai manajer, menurutnya harus dimaksimalkan untuk merangkul para guru, pegawai, murid dan orangtua karena semua elemen itu adalah satu keluarga besar.

“Harus diutamakan komunikasi, ciptakan rasa saling memiliki sehingga kualitas akan diikuti kuantitas. Sedapat mungkin kami mendidik murid layaknya anak ‘buah basang’ (anak kandung) kami sendiri,” jelas dia.

Dia juga mengaku selama ini memanfaatkan alumni sebagai marketing tidak langsung. Dengan tulus, ribuan alumnus dari tujuh angkatan mempromosikan almamaternya kepada keluarga dan lingkungan masing-masing.

Mereka, sambung Tambun, menceritakan segala hal positif selama mengenyam pendidikan di SMK PGRI 3 Badung. Sehingga ia mewanti-wanti meminta jajarannya menjaga citra positif sekolah.

Faktor lain yang mendukung meningkatkan kepercayaan masyarakat, menurut dia adalah hidupnya iklim akademis di sekolah.

“Di sekolah kami selalu ada kegiatan setiap hari, termasuk hari libur. Mungkin itu juga dinilai positif oleh masyarakat. Kami apresiasi OSIS yang sangat aktif,” kata dia seraya menyampaikan memberi kesempatan OSIS mengelola kantin secara mandiri.

Pria asal Canggu, Badung ini lantas tak mau jumawa dengan capaian positif itu. Dia menilai sekolah pimpinannya masih memiliki kekurangan yang harus dicarikan solusi. Misalnya penambahan sarana pra sarana termasuk tenaga pendidik, mengingat total student body hampir 1.200 orang. (bud/bpn/tim).

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Kasus Pencurian Burung Tersangka Kampret Masuk Lapas, Polisi Tangkap Rekannya Wewek

DENPASAR, balipuspanews.com - Kadek Yasa alias Kampret,21, sudah menjalani vonis terkait kasus pencurian burung murai di Jalan Imam Bonjol, Gang Gunung Saba,  Desa Pemecutan...
Member of