Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

Ilustrasi (Foto : Tangkapan Layar YouTube)
Ilustrasi (Foto : Tangkapan Layar YouTube)

JAKARTA, balipuspanews.com – Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas oleh Polri.

“Segera ditindak sesuai hukum yang berlaku dan usut siapa saja yang terlibat,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan Jazilul, ketegasan Polri dalam mengusut tuntas praktik jual beli senjata ilegal ini bukan sekedar menegakan keadilan, tetapi hal itu sebagai peringatan keras kepada pihak lain.

“Jika terbukti hukum yang setimpal untuk memberikan efek jera. Jangan sampai kejadian ini terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Parahnya, lanjut Wakil Ketua MPR RI ini, kasus jual beli senjata ilegal tersebut sudah berlangsung sejak lama. Menurut pengakuan Juru Bісаrа Tеntаrа Pеmbеbаѕаn Nasional Papua Barat Orgаnіѕаѕі Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sеbbу Sambom, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа yang dіgunаkаn ріhаknуа dibeli dari оknum араrаt keamanan Indonesia. Bаhkаn, ѕеnjаtа-ѕеnjаtа itu dіdаtаngkаn dаrі Jakarta.

“Sekali lagi Polri harus bertindak tegas,” urainya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, Polri akan berkomitmen dan menindak tegas oknum polisi yang terlibat dalam perdagangan sejata api. Pasalnya kata Awi, perbuatan tersebut telah merusak citra dan nama baik kepolisian.

“Untuk kasus oknum Brimob berinisial Bripka JH, sudah diamankan karena diduga menjual senjata api kepada Kelompok Kriminial Bersenjata (KKB),” kata Awi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/10) kemarin.

Sebelumnya, pada Kamis (21/10) lalu, tim gabungan TNI-Polri mengamankan oknum Brimob tersebut karena diduga menjual senjata api jenis M-16 dan M4 kepada KKB. Dalam pengamanan itu, tim gabungan TNI-Polri telah menyita dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4 sebagai barang bukti. Diduga KKB akan menggunakan senjata tersebut untuk mengganggu Kamtibmas di Papua.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan