Utamakan Persatuan, Ketua MPR Sebut Riak Pembelahan di Masyarakat Masih Ada

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com– Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengingatkan ancaman manusia bukan saja ancaman terorisme, gerakan radikalisme, narkoba, atau serangan bersenjata lainnya dari negara lain atau dari luar. Tetapi ancaman kita adalah ancaman atas pilihan demokrasi kita hari ini.

Pernyataan itu disampaikannya usai acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan PP Keluarga Besar Wirawati Catur Panca di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Keluarga Besar Wirawati Catur Panca adalah keturunan daripada para pejuang wanita pejuang kemerdekaan. Wirawati Catur Panca baru saja menyelesaikan Munas dan dibekali sosialisasi 4 pilar dengan narasumber Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

“Harapan saya adalah bahwa kaum wanita atau ibu-ibu, keturunan daripada pejuang wanita kemerdekaan kita, diberikan ke ketertularnya kepada keturunannya maupun kepada lingkungannya, betapa pentingnya kita menjaga persatuan dan kesatuan, apalagi kita sudah masuk ke tahun politik,” ujar Bamsoet.

Dalam kaitan itu ketua MPR mengatakan, sistem demokrasi pemilihan langsung ini, memiliki potensi pembelahan cukup tinggi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Menurutnya, hal itu dapat terjadi kalau tidak mampu mengelola masalah dengan baik dan tidak memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

Bamsoet menambahkan contoh yang paling singkat saja, adanya potensi gesekan ketika Pemilu 2019 lalu. Semua pihak sama-sama meyakini betapa pembelahan terhadap capres-cawapres ketika itu cukup keras, sehingga timbullah sampai hari ini istilah cebong dan kampret.

“Kalau kita lihat situasi hari juga potensi ke arah sana untuk rawan, sehingga kita harus memberikan kesadaran, mengingatkan kepada kita semua para elit politik, kepada yang sedang berkontestasi maupun para pendukungnya untuk menahan diri jangan sampai kita melupakan tujuan kita berbangsa dan bernegara yaitu menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Dalam hubungan itu, Bamsoet mengingatkan, saling berkompetisi itu tidak apa-apa, artinya berkompetisi secara sehat, jangan berkompetisi saling menyebarkan kebencian satu dengan lainnya, sehingga ada potensi perpecahan diantara anak bangsa.

“Kalau kita lihat situasinya, riak-riak itu ada, makanya perlu diimbau kepada semuanya para elit politik, jangan justru membuat akar rumput ini kemudian menjadi tidak solid. Kita sebagai bangsa, sebagai satu negara, itu utamakanlah jaga persatuan dan kesatuan, apalah artinya kemenangan kalau kita kemudian berpecah belah,” tegas Bamsoet.

BACA :  Mazda Hadir di BCA Expo Bali 2026, Tawarkan SUV hingga Mobil Listrik

Penulis: Hardianto
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular