Rabu, Februari 28, 2024
BerandaNasionalJakartaVaksin Empat Pilar Tak Jamin Bisa Bebas Perangkap Jaringan Terorisme

Vaksin Empat Pilar Tak Jamin Bisa Bebas Perangkap Jaringan Terorisme

JAKARTA, balipuspanews.com – Paham radikalisme ibarat virus Covid-19 yang sangat rentan menular kepada siapapun, bahkan terhadap orang yang telah menerima vaksin Empat Pilar RI yang berisi materi wawasan kebangsaan.

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera (FPKS) Muhammad Nasir Djamil dan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sugiono mengungkapkan hal itu dalam diskusi bertajuk ‘Vaksinasi Empat Pilar Lawan Transformasi Kelompok Terorisme’ di Media Center Parlemen, Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Menurut Anggota MPR RI Nasir Djamil, ancaman teror dari beragam kelompok masyarakat masih akan terus ada bahkan pelaku teror sangat mungkin dilakukan oleh orang-orang yang pernah menerima ‘vaksin’ Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tentang pemahaman wawasan kebangsaan.

“Jadi tidak ada jaminan orang yang sudah divaksin tidak bisa kena Covid-19. Begitu juga dengan orang yang sudah divaksin Empat Pilar MPR, dia juga bisa menjadi pelaku teror yang menjadi bagian dari jaringan terorisme,” ujar Nasir yang juga Anggota Komisi III DPR RI.

BACA :  Kapolres Klungkung Pimpin Pengawalan Logistik Pemilu 2024 dari Nusa Penida ke Klungkung Daratan

Nasir mengatakan terorisme akan terus ada karena merupakan sebuah paham yang biasanya gerakannya menjadi gerakan sempalan karena mengatasnamakan agama. Kemudian makin mengental karena dibumbui beragam latarbelakang. Bisa lahir kemiskinan yang menjadi salah satu faktor, juga ketidakadilan ekonomi dan proses demokrasi.

Ia berharap sosialisasi Empat Pilar MPR bisa ikut membantu menangkal dan mencegah lonjakan paham radikalisme di tanah air. Untuk itu, ia menekankan pentingnya integrasi antara sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan MPR dengan pencegahan paham radkalisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Nasir Djami mengatakan MPR, BNPT dan BPIB bisa mengkoordinasikan narasi dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme. Ketiga lembaga ini diharapkan mampu membangun kesadaran nasionalisme, bahkan menjadi masyarakat memiliki paham nasionalisme yang radikal.

“Kita harus bersama-sama mencegahnya. Kita berharap MPR punya modul untuk berbagai kalangan, sehingga menjadi vaksin Empat pilar bagi bangsa. Seluruh lapisan masyarakat bisa tercerahkan dengan Empat Pilar,” ujar Nasir Djamil.

BACA :  Diduga Akibat Korsleting Aki, Bengkel Bus Kebakaran, Lima Bus dan Motor Ludes

Senada, pembicara lainnya Anggota MPR RI Sugiono berharap Empat Pilar yang berisi paham wawasan kebangsaan bisa lebih mengena di masyarakat.

Menurut Sugiono selain isu agama, penyebab utama paham radikal disebabkan ketidakpuasan terhadap situasi. Oleh jaringan teroris, kemiskinan dianggap sebagai lahan subur dalam menjalankan dan membangun aksinya

“Sepanjang ada jurang yang kaya dan miskin, jurang itu makin berkembang. Apa solusinya? Kita harus meningkatkan kesejahteraan dengan kemampuan terjangkaunya sandang pangan, pendidikan dan kesehatan,” kata Sugiono.

Ia mengakui sosialisasi Empat Pilar belum efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam penyajiannya di masyarakat agar lebih bersifat interaktif dan adaptif dengan situasi dan kondisi dari berbagai kelompok di masyarakat.

“Sosialisasi Empat Pilar harus mencapai jiwa dan sanubari insan Indonesia, tidak sekedar penyampaian materi,” ucap Sugiono.

Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Pertahanan Ridlwan Habib dalam hal itu mengingatkan dinamika penangkapan tersangka teroris hendaknya jangan hanya ramai di Jakarta, tapi di Papua aksi yang dinamakan terorisme masih bergolak. Tentang sosualisasi Empat Pilar selama ini tidak ada dilakukan pembicaraan antara MPR dengan MUI, MPR dengan Densus 88.

BACA :  Tuntaskan Perbaikan Jalan, Nusa Penida Digelontor Dana Sebesar Rp 56 M

“BNPT tugas utamanya menanggulangi terorisme bukan untuk melakukan sosialisasi,” tegas Ridlwan Habib.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular