Vaksinasi terhadap hewan penular rabis (HPR).

NEGARA,balipuspanews.com- Meski berbagai upaya sudah dilakukan untuk menekan penyakit rabies, namun ancaman penyakit anjing gila itu masih ada.

Sehingga vaksinasi terhadap hewan penular rabis (HPR) masih diperilukan.
Dari data pada Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana, ada 16 desa yang masuk zona merah rabies.

Desa-desa yang masuk zona merah itu tersebar di lima kecamatan Untuk Kecamatan Melaya terdapat 5 desa yakni Warnasari, Melaya, Tukadaya, Blimbingsari, Tuwed.  Di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana terdapat masing-masing dua desa yakni Berambang dan Kaliakah serta Dauhwaru dan Batuagung.

Di Kecamatan Mendoyo ada empat desa yakni Yehembang Kangin, Delodbrawah, Penyaringan dan Yeh Sumbul. Sedangkan ada tiga desa di Kecamatan Pekutatan yakni Asahduren, Gumbrih dan Pangyangan.

“Semua desa zona merah itu tetap menjadi prioritas vaksinasi masal,” ujar Kadis Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana I Wayan Sutama.

Menurit Sutama, untuk vansinasi rabies missal itu pelaksanaanya masih menunggu fasilitasi dari Pemrov Bali. Namun demikian Pemkab Jembrana tetap melakukan upaya vaksinasi secara parsial yakni khusus diwilayah yang ditemukan gigitan positif rabies.

“Seperti yang kita lakukan di lingkungan Samblong, Sangkaragung. Jika ada permintaan dari masyarakat juga kami layani. Termasuk juga kita buka layanan kesehatan hewan di kegiatan car free dady,” terangnya. (nm/bpn/tim)