TKP gantung Diri

NEGARA,balipuspanews.com- I Putu Eka Suadnyana,36, tega meninggalkan dua putrinya yang masih kecil. Warga banjar Pangkung Jajang, desa Tukadaya, kecamatan Melaya, itu nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada Senin (20/1) sore.

Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Wijaya Kusuma, Selasa (21/1) mengatakan, kasus gantung diri itu diketahui sekitar pukul 16/00. Saat itu Ni Putu Ayu Sutarmini,12, tahun baru pulang dari bermain dirumah tetangganya.

Sampai dirumah bocah itu kemudian mencari ayahnya dikamar. Tetapi saat akan masuk kamar, Sutarmini mendapati pintu kamar ayahnya dalam keadaan terkunci.

Karena penasaran Sutarmini kemudian mengintip dari celah pintu dan melihat ayahnya dalam keadaan tergantung dengan leher terjeart tali yang diikatkan di kayu lambag rumahnya.

Melihat ayahnya tergantung, Sutarmini kemudian mencari I Wayan Yestra dirumahnya untuk memberitahu kejadian itu. Yestra yang mendapat pemberitahuan kalau Suadnyana gantung diri didalam kamarnya dengan mengajak warga lain kemudian mendobrak pintu.

“saat pintgu berhasil dibuka korban sudah meninggal dalam keadaan tergantung,” ujarnya.

kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Tidak lama kemudian anggota Polsek Melaya bersama tim Inafis Polres Jembrana serta petugas medis dari Puskesmas Melaya datang kelokasi.

Jenasah Suadnyana yang sehari-hari sebagai tukang jarit itu kemudian diturunkan untuk diidentifikasi dan diperiksa medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda beks kekerasan di tubuh Suadnyana dan dari cirri-cirinya korbam meninggal memang karena gantung diri.

Sementara dari hasil pemeriksaan team inafis Polres Jembrana korban yang memakai baju kaos berkerah lengan panjang warna biru dan celana kain pendek warna abu-abu gantung diri mempergunakan tali nilon warna biru yang panjangnya 4 meter.

Juga ditemukan selembar kertas berisi tulisan ” Ayu ajak Putri de bengkung bapak luas joh tongosin mbah ajak kumpik bapak sayang ajak ayu/putrid”.

“Keluarga mengiklaskan atas kematian korban dan tidak dilakukan autopsy,” ungkapnya.

Korban diduga depresi dan merasa malu  karena video saat mabuk diunggah di facebook dan akibat unggahan itu korban tidak mau makan selama 3 hari dan tidak keluar rumah kemudian menghahiri hidupnya dengan gantung diri. (nm/bpn/tim)