Karyawan Villa Kelapa Retreat mendatangi kantor DPRD Jembrana.

NEGARA,balipuspanews.com- Kasus penipuan investasi villa Kelapa Retreat, di Pekutatan berimbas kepada puluhan karyawanya.

Akibat villa yang berlokasi di banjar Dauh Pangkung, Pekutatan itu disegel penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (14/2) puluhan karyawan resah karena terancam kehilangan pekerjaan.

Karena resah Senin (24/2) puluhan karyawan villa itu didampinvgi kuasa hukum, PHRI dan Klian banjar setempat mendatangi kantor DPRD Jembrana.

Rombongan karyawan itu diterina Ketua DPRD Jembrana Made Sri Sutharmi,  Wakil Ketua DPRD Putu Yudha Baskara Ketua Komisi I Ida Bagus Susrama, Ketua BK I Ketut Sadwi Darmawab dan Komisi II DPRD Jembrana.

Kedatangan mereka guna menyampaikan pasca penyegelan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya mereka tidak bisa bekerja lagi. Dampaknya mereka tidak menerima gaji serta tidak mendapatkan THR.

Mereka berharap dewan bisa memfasilitasi dan mencarikan solusi agar tidak kehilangan pekerjaan dan nganggur.

Setelah mendapat penyampaian puluhan karyawan itu ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, dewan akan menindaklajuti dengan menggelar rapat kerja komisi terkait yakni komisi 1 dan 2 serta memanggil dinas terkait.

“Kami akan berusaha mencarikan solusi untuk permasalahan ini,” ujarnya.

Untuk permasalahan hukum, kata Sri Sutharmi dewan tidak memiliki wewenang karena tidak ada di wilayah Jembrana.

“Kami hanya bisa memfasilitasi sehingga karyawan bisa menentukan nasibnya. Mudah-mudahan ada solusi terbaik dari masalah ini,” uujarnya. (nm/bpn/tim)