KARANGASEM, balipuspanews.com-
Keributan yang disertai pemukulan yang diduga berlokasi dipinggir jalan raya Selat, Karangasem tepatnya di samping papan nama masuk Desa Selat pada Kamis siang (10/3/2022), viral di media sosial (medsos).
Informasi yang diperoleh, keributan tersebut terjadi antar sopir truk pengangkut material galian C yang berpapasan dari arah berlawanan. Sejauh ini belum diketahui penyebab peristiwa tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Selat, I Gusti Ketut Tresna A.S, SH saat dikonfirmasi, Jumat (11/03/2022) menerangkan, kronologi perkelahian atara sopir truk tersebut berawal dari Truk Ranger Hino 500 yang dikemudikan oleh Kadek FY dan Gede AT melaju dari arah Timur (Amlapura) berpapasan dengan truk muat material galian C dikemudikan oleh Kadek JLT yang melaju dari arah berlawanan.
Saat berpapasan di TKP, kedua truk tidak bisa lewat bersamaan karena dijalan tersebut terdapat lubang, selanjutnya kedua sopir truk tersebut sempat saling kencangkan gas, hingga kahirnya salah satu sopir didengar melontarkan kata – kata kasar.
“Nah karena mendengar kata – kata kasar itu, salah satunya ada yang turun menanyakan kenapa berkata kasar, setelah itu semuanya turun baik sopir maupun penumpang kedua truk tersebut sehingga terjadilah perkelahian,”jelas Tresna.
Melihat hal itu, warga yang berada disekitar lokasi kejadian mulai berdatangan dan melerai perkelahian tersebut. Hingga akhirnya salah satu pihak pergi meninggalkan lokasi.
Buntut dari perkelahian tersebut, meski tidak dilaporkan, namun Unit Reskrim Polsek Selat langsung turun mencari keterangan dari kedua belah pihak yang bersitegang.
Alhasil pada Kamis malam, kedua pihak didatangkan ke Polsek Selat. Dalam klarifikasi tersebut kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan serta menyatakan tidak akan mengulangi kejadian tersebut kembali.
“Kemarin kita Reskrim Polsek Selat tetap melakukan lidik meskipun tidak ada laporan, kita pertemukan kedua belah pihak dan mereka akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara musyawarah kekeluargaan, ” tandas Tresna.
Penulis : Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan



