Pelaksanaan upacara Melasti pada hari Minggu (22/3/2020)
Pelaksanaan upacara Melasti pada hari Minggu (22/3/2020)

GIANYAR, balipuspanews.com – Viral di media sosial,  masyarakat Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar meminta maaf kepada Gubernur Bali, Wayan Koster atas kreativitas warganya menggelar Melasti pada hari Minggu (22/3/2020).

“Kepada yang Terhormat  bapak Gubernur Bali  atas  nama masyarakat  Lembang mohon maaf kepada pak Gubernur atas kreativatas masyarakat kami melaksanakan upacara Melasti pada hari Minggu (22/3/2020) mulai pukul 16.00 wita hingga 17.00 wita,” kata  I Made Cakra, Bendesa Adat Lembeng.

BERITA TERKAIT:

Sambung Cakra, pihaknya berharap semoga  Gubernur Bali memaafkan dan memaklumi masyarakatnya.

Sebelumnya Bupati Gianyar, I Made Mahayastra akan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat Lembeng terkait dengan acara Melasti yang viral di Media Sosial.

Dalam video berdurasi 3 menit yang dilaksanakan pada hari Minggu  (22/3/2020) itu nampak jelas warga melakukan kegiatan Melasti tanpa menghiraukan instruksi Gubernur Bali.

“Sekarang tiang harus ditegaskan lagi jangan sampai terulang lagi,” kata Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra ketika dimintai keterangannya, Senin (23/3/2020) pagi.

Sebelumnya Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan selain masalah melarang pengarakan Ogoh -Ogoh juga disampaikan pada saat upacara melasti, tawur kasanga, dan pangrupukan dilaksanakan dengan melibatkan para petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 (dua puluh lima) orang hanya untuk pelaksana utama, yaitu pemangku dan tokoh lainnya.

Diharapkan bupati/walikota se-bali Parisada Hindu Dharma Indonesia Se-Bali,majelis desa adat se-Bali, Bandesa Adat / Kelihan Desa Adat se -Bali agar melaksanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi pelaksanaan Instruksi ini dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Hal ini dilakukan dalam upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 harus ditingkatkan demi penyelamatan umat manusia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyampaikan sebagai Gubernur yang memiliki tanggungjawab terhadap keselamatan masyarakat Bali serta mematuhi kebijakan Bapak Presiden yang tujuannya sangat mulia.

“Maka saya mohon agar seluruh komponen masyarakat Bali dapat memaklumi,menerima dan mematuhi Instruksi Gubernur Bali,demi keselematan dan kebaikan kita bersama,” ucapnya.

Lebih jauh Gubernur Koster menyatakan
Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan tuntunan sinar suci Hyang Widhi Wasa,seraya terus berdoa agar peristiwa akibat dari penyebaran Covid-19 ini segera berahir dan kondisi perekonomian Bali bangkit kembali. OM Swaha. (Art/BPN/tim)