Bule cebokan
Bule cebokan
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, balipuspanews.com –
Dua bule asal Cekoslovakia, Idenek Slavka dan Sabina Dolezalova unggah video ‘mekonceng’  atau cebokan di Pancoran Pura Beji Monkey Forest Ubud hingga viral di media sosial meminta maaf kepada pengelola.

“Kebetulan pas Minggu malam kemarin Desa Adat menggelar paruman. Dia datang berdua serta perwakilan konsulat guna meminta maaf,” jelas Bendesa Adat Padangtegal Ubud, I Made Gandra, Senin (12/8).

Kedua bule itu mengakui kesalahannya dan memohon maaf ditandai dengan pembuatan surat pernyataan bermaterai.

Dalam pertemuan tersebut kedua orang asing yang diduga telah melakukan pelecehan tempat suci dikawasan Monkey Forest Ubud dihadapan seluruh Prajuru Adat Padangtegal menyampaikan permintaan maaf. Keduanya mengaku tidak ada maksud untuk melecehkan pura yang berada di Kawasan Monkey Forest Ubud tersebut. Alasanya karena dirinya tidak mengetahui/tidak tahu bahwa tempat tersebut merupakan tempat suci dan dirinya berjanji mengklarifikasi video yang sempat viral di medsos (IG) melalui perkataan permintaan maaf kepada Prajuru Adat Padangtegal dan seluruh masyarakat.
Bendesa Adat Padangtegal I Made Gandra mengatakan sudah memaafkan kedua bule yang telah menyadari perbuatannya itu. Permasalahan pun dianggap selesai malam itu. Selanjutnya untuk menetralkan secara niskala kawasan suci tersebut, Desa Adat Padangtegal berencana menggelar upacara Guru Piduka bertepatan dengan rahina Purnama, Kamis (15/8) sekitar pukul 12.00 Wita. Kedua bule ini diminta untuk hadir secara fisik saat prosesi berlangsung.

Seperti diketahui pada Jumat (9/8) kisaran pukul 12.00 Wita sampai 14.00 Wita. Video berdurasi 10 detik yang diunggah akun instagram sabina_dolezalova_ifbb itu pun viral hingga menuai reaksi dari masyarakat Bali. Informasi dihimpun, setelah video itu viral Pengelola Objek Wisata Monkey Forest mengecek kebenarannya dan berupaya mencari informasi keberadaan dua bule ini melalui Konsulatnya. Dua bule ini diminta untuk datang dan melakukan klarifikasi.

Berselang dua hari, tepatnya pada Minggu (11/8) sekitar pukul 23.00 Wita akhirnya kedua bule ini menyadari kesalahannya dan memenuhi panggilan dari Prajuru Desa Adat Padangtegal.