Jro Yoga
Jro Yoga

TABANAN, balipuspanews.com – Mau tidak mau mewabahnya virus corona atau covid-19 telah menimbulkan berbagai dampak pada kehidupan manusia. Seperti dampak lesunya perekonomian hingga dampak sosial. Bahkan kehidupan beragamapun turut terganggu.

Meski demikian, tentu ada sisi positif yang telah terjadi dari mewabahnya virus corona ini. Demikian yang diungkapkan seorang yang berstatus ngiring Jro Yoga baru-baru ini. Seperti apa sisi positif dari virus corona yang dimaksudkannya tersebut? Berikut sajiannya.

Kepada awak media ini Jro Yoga mengatakan baginya setidaknya ada dua hal positif yang dipetiknya dari mewabahnya virus corona atau covid-19. Dua hal positif tersebut bahwa virus corona telah menyadarkan dan mengajarkan hidup yang sederhana dan seimbang.

“Secara pribadi saya melihat virus corona setidaknya mengajarkan dua hal, yakni hidup sederhana dan seimbang,” ungkapnya saat bertandang ke kediaman awak media ini.

Pemilik nama asli I Wayan Mustika ini menjabarkan makna hidup yang sederhana dari mewabahnya virus corona ini bisa dilihat dari kehidupan beragama di Bali. Khususnya kehidupan beragama bagi umat Hindu.

Menurutnya sejak mewabahnya virus corona serta dengan adanya himbauan jaga jarak dan menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, banyak tradisi beragama Hindu di Bali pelaksanaannya menjadi lebih sederhana.

Adapun pelaksanaan yadnya menjadi lebih sederhana ketika virus corona mewabah ini bisa dilihat dari jumlah orang yang dilibatkan tidak banyak. Selain juga waktu pelaksanaan juga singkat dan penyederhanaan-penyederhanaan dari sisi-sisi lainnya.

“Menurut saya, penyederhanaan ini juga memberi sebuah penyadaran bahwa beryadnya atau menjalankan tradisi beragama itu tidak harus bermewah-mewah,” sebut ayah tiga putra ini.

Sedangkan pesan untuk keseimbangan dari mewabahnya virus corona menurut warga Pemanis, Penebel ini adalah bahwa sebagai umat Hindu khususnya umat Hindu Bali memang diajarkan untuk hidup yang seimbang. Dalam hal ini keseimbangan yang dimaksudkannya adalah keseimbangan dari sisi niskala.

Terkait dengan hal tersebut, salah satu pendiri Paiketan Pasemetonan Dasaran Kertha Buana Yoga ini menjelaskan bahwa untuk mewujudkan keseimbangan tersebut umat Hindu, khususnya umat Hindu di Bali harus mampu menyeimbangkan rasa bhakti kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa dengan menghormati mahluk alam bawah atau butha kala.

Baginya untuk menghormati alam bawah atau butha kala inipun caranya juga cukup sederhana. Yakni cukup menjaga kelestarian alam. Kemudian secara yadnya rutin masegeh dan metabuh arak berem. Termasuk metabuh arak berem pada saat melakukan persembahyangan.

Penulis /Editor : Ngurah/Artayasa