Gunung Agung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Warga yang masuk di daerah kawasan rawan bencana sempat kaget dengan keputusan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mempersempit radius zona bahaya ancaman erupsi Gunung Agung dari semula 8 kilometer dan perluasan sektoral 10 kilometer menjadi 6 kilometer.

Penyempitan radius tersebut cukup menjadi diperbincangan masalahnya selama ini meskipun terjadi penyempitan dan perluasan pasti disertai dengan sektoral seperti halnya dari 10 kilometer sektoralnya 12,5 kilometer dan 8 kilometer sektoralnya 10 kilometer.

Kendati demikian, sebelum PVMBG mengambil keputusan tersebut bukan tanpa perhitungan dan analisis yang matang. Seluruh keputusan tersebut diambil berdasarkan data data aktivitas Gunung Agung dan volume magma saat ini masih relative sedikit. Sehingga untuk potensi bahayanya masih terlokalisir didalam radius 6 kilometer saja.

“Volume magma saat ini masih relative sedikit, sehingga potensi bahaya masih terlokalisir didalam radius 6 kilometer,” ujar Devi Kamil Syahbana Kasubid Mitigasi Gunung Api wilayah timur saat ditanya terkait hal tersebut, Jumat, (12/01).

Kendati demikian, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif selama 24 jam. Apabila terjadi peningkatan volume magma maka PVMBG akan memperluas kembali zona perkiraan bahaya.

Tinggalkan Komentar...