Pedagang masker keliling laris manis karena warga kesulitan membeli di toko
Pedagang masker keliling laris manis karena warga kesulitan membeli di toko

DENPASAR, balipuspanews.com- Ni Nyoman Sukarini yang berprofesi sebagai pedagang baju keliling pintar mencari peluang bisnis. Ditengah wabah corona yang sedang menjadi perhatian hampir semua orang, pedagang asal Kerobokan ini banting setir menjadi pedagang masker.

Hasilnya? Dagangan Sukarini laris manis. Apalagi banyak warga yang mengeluhkan kesulitan membeli masker setelah virus corona meluas.

“ Saya menjual masker keliling sejak empat hari lalu di lingkungan pasar Badung,” jelas Sukarini kepada balipuspanews.com, Minggu (29/3/2020).

Dirinya tak sekedar menjual masker saja, namun mengedukasi para pedagang dan penjual yang belum mengetahui pentingnya menggunakan alat pelindung masker.

Wanita berusia 40 tahun ini mengaku  berjualan keliling dengan aktif mendatangi pedagang bermobil dan setiap pengunjung pasar sambil mengingatkan pentingnya penggunaan masker.

Untuk merintis usaha dadakan ini, Sukarini mengaku menyediakan modal usaha Rp 500 ribu untuk membeli masker dari pengepul.

“ Harganya bervariasi, ada Rp 10 ribu, ada dua seharga Rp 15 ribu, beda kain beda harga dan beda kualitas,” imbuhnya.

Untuk dipasaran, harga yang paling laku Rp 15 dapat 2 biji masker. Dalam sehari dirinya mampu menjual tiga hingga empat lusin perhari.

Saat kondisi sekarang ini, dirinya mengaku tidak mengambil keuntungan semata, namun demi nilai kemanusiaan.

Ketika ditanya kenapa tidak menjual sanitizer, ia mengaku kesulitan untuk membeli, kalau dapat membeli ia juga ingin menjual hand sanitizer.

Sukarini mengakui setiap harinya berjualan masker dari pukul 16.00 Wita hingga 18.00 Wita sambil menjual selop tangan untuk para pedagang.

“ Dengan diberitahu manfaat menggunakan masker, para pedagang dan pembeli jadi mengetahui begitu bahayanya penyebaran virus corona ini,” pungkasnya. (bud/bas)