Wabup Komang Gede Sanjaya

TABANAN, balipuspanews.com – Bersamaan dengan rahina suci Tumpek Wariga pada Sabtu (25/1), warga keturunan Tionghoa juga merayakan hari besarnya, yakni hari raya Imlek 2571. Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., mengajak seluruh komponen masyarakat Tabanan agar menjadikan hari raya Imlek sebagai momen untuk memaknai indah nyatanya keberagaman.

“Mari maknai hari raya Imlek 2571 ini dengan mensyukuri indah nyatanya keberagaman dan betapa indahnya perbedaan,” ungkapnya kepada awak media ini, Kamis (23/1).

Wabup Dr. Sanjaya kemudian mengungkapkan rasa bangganya melihat kenyataan riil dimasyarakat Tabanan sendiri yang hingga saat ini kehidupan antar umat beragamanya sangat harmonis. Hingga saat ini bisa dikatakan di Tabanan nol persen terjadinya gesekan karena perbedaan keyakinan, suku maupun ras.

Bagi Wabup Dr. Sanjaya, hal tadi menunjukkan secara riil bahwa masyarakat dari tahun ke tahun semakin dewasa dalam melakoni kehidupannya yang diwarnai berbagai bentuk perbedaan. Ini juga merupakan sebuah bentuk kesadaran dari kuatnya semangat nasionalisme masyarakat Tabanan. Sehingga antar umat beragama, antar suku dan antar ras bisa hidup berdampingan, rukun dan kuat dalam merealisasikan semangat gotong royong.

“Saya tentu sangat bangga melihat warga Tabanan hidup sangat harmonis ditengah berbagai warna perbedaan ini. Keharmonisan hidup antar umat beragama tentu menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung roda pembangunan di Tabanan ” sebutnya.

Bagi wabup yang juga duduk sebagai Ketua DPC PDIP Tabanan ini, masyarakat Tabanan sendiri memang sejak lama telah terbiasa hidup berbaur dengan harmonis bersama warga keturunan Tionghoa. Bahkan disebutkannya tidak sedikit sahabat dan “brayanya” merupakan warga keturunan Tionghoa. Hubungan persahabatanpun sangat kental bahkan tidak jarang ada yang ibaratnya seperti masemeton.

Lebih jauh Wabup Dr. Sanjaya yang disebut-sebut sebagai calon bupati Tabanan terkuat menyebutkan agar hari raya Imlek juga dijadikan momentum bagi warga keturunan Tionghoa untuk berenung terhadap posisinya dalam pembangunan dan membangun Tabanan. Mengingat, ketika berbicara pembangunan dan membangun Tabanan, maka tentu menjadi hak, kewajiban dan tanggungjawab bagi semua komponen masyarakat Tabanan. Termasuk pula bagi warga keturunan Tionghoa.

Dengan demikian lanjut Wabup Dr. Sanjaya, warga keturunan Tionghoa diharapkannya untuk semakin mempererat semangat kebersamaan, persatuan dan gotong royong untuk bersama-sama bangga membangun Tabanan guna mewujudkan visi Tabanan Serasi. Terlebih lagi melihat latar belakang Tabanan yang memiliki beragam potensi, baik potensi dalam seni budaya, sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

“Membangun Tabanan ini tentu menjadi tanggungjawab kita semua. Harapan saya, mari jadikan hari raya Imlek sebagai sebuah momentum untuk semakin gigih memerankan diri membangun Tabanan dalam mewujudkan visi Tabanan Serasi,” pungkasnya. (Rah/BPN/tim)