Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat meninjau dua buah pompa air sumur dalam di Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya bersama anggota DPRD Jembrana Dewa Putu Mertayasa, Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan I Wayan Sutama, Camat Melaya I Putu Oka Gede Santika dan Perangkat Desa Tukadaya.

NEGARA,balipuspanews.com- Keberadaan pompa air di Jembrana yang rawan krisis air saat musim kemarau sangat vital. Sehingga pompa air yang sudah ada bisa bertahan lama dan berfungsi maksimal maka harus dirawat dengan baik.

Pentingnya perawatan poimpa air itu disamapikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Senin (9/12) saat meninjau dua buah pompa air sumur dalam di Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya bersama anggota DPRD Jembrana Dewa Putu Mertayasa, Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan I Wayan Sutama, Camat Melaya I Putu Oka Gede Santika dan Perangkat Desa Tukadaya.

Dua pompa air yang didatangi Wabup Kembang itu merupakan hibah dari pemerintah pusat melalaui Dari Balai Wilayah Sungai/Kementerian PU untuk subak dan belum berfungsi maksimal. Sedangkan di desa Tukadaya sendiri ada 12 pompa dan 7 pompa diantaranya belum bisa bekerja dengan maksimal.

Di lokasi, Wabup Kembang langsung meminta agar Perbekal menyiapkan dana perawatan melalui APBDesnya karena APBDes belum di sahkan, sehingga pompa bisa berfungsi maksimal. “APBD Jembrana sudah di sahkan, saya berharap perbekel bisa menyelesaikan perawatan melalui APBDes yang belum di sahkan,”pintanya.

Menurut Kembang,  peran pompa tersebut sangat vital, satu pompa bisa mengalirkan 15 liter per detik, bisa untuk 50 KK dan sangat efektif mengurangi kekeringan saat Jembrana tengah mengalami kemarau panjang.

Untuk di Jembrana ada sumur bor dalam 100 buah yang merupakan hibah pusat, sumur bor dangkal 90, sumur swadaya sebanyak 307 buah. “Mesin pompa ini harus rutin di pergunakan minimal seminggu sekali, dan harus dirawat secara berkala agar tidak mudah rusak. Seperti kendaraan bermotor, kalau jarang hidup akan sering rusak,” ungkapnya.

Kepala Desa Tukadaya Budi Utama mengatakan pompa air sumur dalam tersebut sehari hari di pergunakan untuk keperluan warga. “Karena PDAM tidak menjangkau daerah ini dan kami mengandalkan air dari gunung, tapi kalau debit air di gunung melemah dan keruh barulah warga menggunakan pompa air sumur dalam. Sesuai petunjuk pak Wakil kami akan menyiapkan dana perawatan melalui APBDes,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)