Wabup Klungkung Made Kasta hadiri Karya peneduh Jagad di Pura Rinjani pasca gempa Lombok
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menghadiri sekaligus muspayang Karya Peneduh Jagat Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Penataran Agung Rinjani, Dusun Kebaluan, Desa Senaru, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/9/2018).

Upacara ini digelar perdana atau untuk pertama kalinya pasca gempa bumi yang menguncang Lombok beberapa waktu lalu. Pelaksanaan upacara ini ditujukan untuk memohon keselamatan, kerahayuan dan keharmonisan alam beserta isinya agar kembali seimbang seperti sedia kala.

Kedatangan Wabup Kasta didampingi Nyonya Sri Kasta disambut ratusan warga pengempon Pura. Wabup merasa kagum dan mengapresiasi semangat kebersamaan dan gotong royong krama, umat sedharma dalam melaksanakan Upacara Karya Peneduh Jagat Tawur Balik Sumpah Agung ini. Wabup Kasta berharap dengan dilaksanakan upacara ini dapat memulihkan kondisi dan semangat warga pasca bencana gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

“ Mudah-mudahan dengan pelaksanaan upacara ini, akan mengembalikan ketentraman dan kerahayuan jagat,” ujar Wabup Kasta.

Pemangku Pura Penataran Agung Rinjani Lombok Utara, Jero Mangku Gede Made Arta menyampaikan Upacara Karya Peneduh Jagat Tawur Balik Sumpah Agung digelar pasca gempa bumi yang terjadi di pulau Lombok beberapa waktu lalu. Upacara ini juga sebagai persembahan ke Danau Segara Anak Gunung Rinjani.

Menurut Jero Mangku Arta, karya ini merupakan upacara perdana yang digelar di Pura Penataran Agung Rinjani.

“ Sudah kami lakukan konfirmasi dengan mantan-mantan pengurus PHDI, bahwa karya seperti ini belum pernah dilaksanakan,” ujar Jero Mangku Arta didampingi Panitia Pembangunan Pura, Anak Agung Bagus Arimbawa.

Disebutkan, dalam upacara ini juga akan dilanjutkan dengan Ngaturang Pakelem di pantai setempat sebagai sebuah upacara Ngangluk Merana untuk memohon keselamatan. Jero Mangku Arta berharap dengan digelarnya karya ini, alam beserta isinya selalu dalam keadaan damai dan dijauhkan dari bencana lainnya.

“Mudah-mudahan dengan doa restu dari Pemkab Klungkung juga, kedepan tidak lagi terjadi kejadian serupa atau bencana seperti ini,” ucapnya.(Roni)

 

Tinggalkan Komentar...