Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi kegiatan Lomba PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna)
Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi kegiatan Lomba PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna)
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Tabanan, balipuspanews.com – Wakil Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya mengapresiasi kegiatan Lomba PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna), yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali bekerja-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan di SMP 1 Baturiti dan SD 1 Baturiti, Banjar Pekarangan, Baturiti Kelod, Baturiti, Kamis, (8/11).

Saya sangat mengapresiasi  Kepala Sekolah SMP 1 Baturiti dan Sd 1 Baturiti, sangat kreatif menyambut lomba PKTP ini. Dengan mengerahkan seluruh murid menggalakkan pola hidup sehat, dengan tidak merokok, sek bebas dan memakai narkoba, hingga tadi Saya juga denger kami disambut dengan nyanyian tentang hidup sehat”, pungkasnya saat membacakan sambutan Bupati Tabanan di Halaman SMP 1 Baturiti.

Orang nomer dua di Tabanan itu juga mengatakan bahwa ini adalah momentum yang baik melaksanakan kegiatan seperti ini. Dimana ini merupakan hari kamis, dan Dikatakannya hari kamis merupakan hari yang wajib berbahasa Bali, menggunakan Busana Adat Bali dan Aksara Bali di seluruh Daerah di Bali.

“Ini Momentum yang baik sekali, pas dengan hari kamis sesuai dengan Peraturan Gubernur dan juga Peraturan Bupati setiap hari kamis kita bersama-sama ring sejebag bali niki, memakai Bahasa Bali, mebusana adat Bali , lan aksara Bali”, katanya.

Beliau juga menuturkan kadang-kadang masyarakatnya di Kabupaten Tabanan kurang sigap terhadap penanganan Kanker. Dituturkan olehnya kalau tidak mempunyai sakit yang parah, masyarakat akan sangat enggan memeriksakan diri ke Dokter ataukah ke Puskesmas terdekat. Dirinya bersyukur dengan adanya lomba ini sekaligus merupakan suatu sosialisasi untuk bergaya hidup sehat bagi masyarakat.

Dirinya juga menegaskan dari pertama-kali dirinya memerintah bersama Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, Beliau sangat komit menangani permasalahan kanker di Kabupaten Tabanan, khususnya kanker serviks. Hingga mengadakan gebyar kanker serviks. Wabup Sanjaya juga berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas bantuannya memberikan pemahaman tentang bahayanya penyakit kanker.

“Pemkab Tabanan sangat mendukung program ini dan selalu mensupport dengan dana untuk menunjang kegiatan YKI Cabang Tabanan dari APBD, guna mewujudkan Tabanan Serasi”, tambahnya.

Wabup Sanjaya saat itu didampingi oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua YKI Cabang Tabanan. Nampak juga Ny. Ayu Pastika selaku Ketua YKI Koordinator Cabang Provinsi Bali bersama dengan Tim Penilai Lomba, hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila, Direktur BRSU Tabanan, Kepala Sekolah SMP 1 dan SD 1 Baturiti, beserta seluruh undangan yang hadir saat itu.

Ketua YKI Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat itu melaporkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan pemahaman tentang pola hidup sehat, menghindari kanker sedini mungkin. Juga menyebar-luaskan pada lingkungan sekolah untuk menimbulkan kesadaran melakukan deteksi dini dan berprilaku hidup sehat menghindari kanker.

Sumber dana dikatakannya didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui APBD Tabanana Tahun 2017 dan swadaya Komite Sekolah, sambungnya.

Ny. Ayu Pastika selaku Ketua YKI Koordinator Cabang Provinsi Bali juga menegaskan mengacu pada tahun-tahun yang lalu maka tahun ini juga dilaksanakan kegiatan lomba PKTP se-Kabupaten/Kota seluruh Bali.

“Hal ini penting dilakukan dalam berkesinambungannya penanggulangan penyakit Kanker di wilayah Bali. YKI sebagai mitra Pemerintah dalam penanggulangan penyakit Kanker akan terus berkomitmen melaksanakan program PKTP”, ungkapnya.

Dirinya menjelaskan dari berbagai laporan dikatakannya penyakit kanker meningkat setiap tahunnya. Hal itu dikatakannya diakibatkan oleh berbagai hal, terutama pola hidup masyarakat kini. Dibilangnya data WHO menunjukkan 90-95 % kejadian penyakit kanker diakibatkan pengaruh pola hidup. 30-35% akibat faktor makanan, 20-30 % oleh rokok, 15-20 % berhubungan dengan penyakit infeksi, 10-20 % karena kegemukan atau obesitas, 4-6 % karena alcohol dan 5-10 % karena karena berhubungan dengan genetic keturunan.

“Oleh karena itu faktor lingkungan adalah dominan sebagai faktor penyebab penyakit kanker, maka sebenarnya penyakit ini dapat dicegah/preventable. Sesuai dengan data WHO tahun 2014 dikatakan bahwa 40% penyakit kanker dapat dicegah”, ungkapnya, (rls/bpn/min).

Advertisement

Tinggalkan Komentar...