Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri uleman Pujawali di Pura Luhur Batu Lumbung dan Pujawali di Pura Besi Kalung, Penebel, Kamis (12/12)
Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri uleman Pujawali di Pura Luhur Batu Lumbung dan Pujawali di Pura Besi Kalung, Penebel, Kamis (12/12)

TABANAN, balipuspanews.com – Sebagai wujud cihna bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri uleman Pujawali di Pura Luhur Batu Lumbung dan Pujawali di Pura Besi Kalung, Penebel, Kamis (12/12).

Tiba sekitar pukul 19.00 Wita, Wabup Sanjaya yang didampingi oleh Tjokorda Anglurah Tabanan dan Camat Penebel  disambut oleh Bendesa Adat, Perbekel, Panitia Pujawali, Tokoh Masyarakat dan Adat serta ratusan masyarakat setempat yang pada saat itu kebetulan Ngayah.

Pada kesempatan tersebut Wabup Sanjaya mengapresiasi semangat persatuan, kebersamaan dan semangat gotong-royong masyarakat. Dikatakannya di era digital sekarang ini, masyarakat bisa lebih mudah dalam menjaga adat, tradisi serta budaya dengan berkembangnya teknologi.

Sebagai contoh di era saat ini dengan adanya berbagai aplikasi menyebabkan begitu cepatnya kita bisa menerima atau mengirim informasi, baik itu yang sifatnya positif ataupun negatif. Untuk itu, Wabup Sanjaya menekankan kepada masyarakat agar selalu bijak dalam mengolah ataupun menyebarkan informasi.

Karena menurutnya, melalui informasi yang salah akan bisa menghancurkan semangat persatuan, kebersamaan serta gotong-royong. Terlebih seni, tardisi, adat, budaya dan Agama bisa terancam karena salah memahami dan mengartikan atau mengirim informasi.

“Untuk itu, kita harus bijak menggunakan teknologi. Gunakan teknologi sebagai alat pemersatu, sebagai alat untuk lebih memupuk semangat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Terlebih untuk menjaga tradisi, adat dan budaya kita,” imbuhnya.

Sementara Bendesa Adat Senganan I Wayan Esiawan mengatakan atas nama masyarakat sangat mengapresiasi kehadiran Wabup Sanjaya di tengah-tengah masyarakat untuk turut serta melakukan persembahyangan.

Disamping sebagai apresiasi, menurutnya hal ini juga merupakan suatu motivasi bagi masyarakat untuk lebih semangat lagi dan lebih bersatu lagi dalam menjaga tradisi, adat dan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu. (Rls/bpn/tim)