Pelantikan anggota Majelis Pengawas Notaris Kabupaten Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Acara pelantikan anggota Majelis Pengawas Notaris Kabupaten Bangli dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah tukar guling (Ruislag) antara Pemkab Bangli dengan Rutan Bangli, Selasa (20/1).

Kegiatan dilakukan, untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap notaris yang berkedudukan di kabupaten maupun di provinsi Bali, sebagaimana diatur dalam UU jabatan notaris dan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang tatacara pengangkatan anggota.

Acara yang digelar di Kawasan Wisata Restu Apung Kintamani dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Kepala Kantor Wilayah Bali Marioto Subandi MS, Kepala Devisi pemasyarakatan Bapak Surung Pasaribu, Kepala Devisi Pelayanan hukum dan Ham Sutirah, Kepala Devisi Administrasi Andi Nurka, Kejari Bangli, Ketua Pengadilan Bangli, Perwakilan Kodim Bangli, Perwakilan Polres Bangli.

Kepala Kantor Wilayah Bali Marioto Subandi MS menyampaikan, pengambilan sumpah/janji anggota majelis pengawas daerah notaris merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum menjalankan tugas.
Pembentukan Majelis pengawas Daerah Notaris (MPDN) terbagi dalam 4, tingkat pusat, provinsi, Kabupaten dan majelis kehormatan, yang mana tugasnya sama untuk melakukan pembimnaan terhadap notaris dan melakukan pendampingan sosialisasi apa yang menjadi hak dan kewajibannya, hal yang tak kalah penting adalah melakukan pengawasan terhadap apa yang mejadi tugas notaris.

Targetnya adalah jangan sampai terjadi adanya pelanggaran kode etik notaris yang mana telah diatur dalam UU notaris, yang paling pokok adalah tanggung jawabnya, jangan sampai terjadi hal yang tidak sesuai dengan apa yang telah diatur dalam perundang undangan.

Oleh karena itu, majelis pengawas notaris tiap daerah telah dibentuk sehingga tiap tiga tahun sekali dilakukan pelantikan ulang untuk perubahan susunan keanggotaan dan penyegaran. Kaitanya dengan penyerahan sertifikat tanah tukar guling antara Pemkab Bangli dengan Rutan Bangli, diawali dengan tahun 2004 keberadaan rutan Bangli yang berlokasi di tengah kota, baik dari sisi keamanan luas area juga kurang, sehingga dilakukan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bangli akhirnya disepakatilah yang namanya ruislag tukar guling).

Jadi Rutan yang ada di kota digunakan untuk operasional Pemkab Bangli dan Kementerian Hukum dan Ham disiapkan lahan yang berada di sebelah rutan Bangli saat ini.

“Dengan adanya lahan dan gedung yang baru ini, tentu kita berharap kita dapat meningkatkan kinerja, yang paling pokok adalah sebuah upaya atau solusi untuk menghindari over kapasitas disamping itu lahan yang ada adalah untuk sebagai media pelatihan para warga binaan untuk pertanian dan ketrampilan lainya untuk bekal nanti ketika sudah pulang,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta SE menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Berkaitan dengan pengambilan sumpah anggota Majelis Pengawas Daerah Kabupaten Bangli, maka pihaknya selaku perwakilan masyarakat Bangli mengucapkan selamat dan semoga dapat menjalankan tugas sesuai dengan perundangan yang di atur dalam kode etik notaris, yang pada akhirnya dapat memberi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Terkait ruislag, telah berproses pembuatan sertifikat yang berjalan dengan sangat alot kurang lebih memakan waktu empat belas tahun, tentu banyak hal yang harus dipenuhi dalam proses itu dan pada hari ini telah diserahkan dalam bentuk sertifikat sebagai wujud bukti konkret kekuatan hukum dari sisi administrasi. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa kerja sama antara stakeholder dan seluruh komponen harus saling mendukung untuk kemajuan Kabupaten Bangli.
“Ruislag yang telah dilakukan antara Pemkab Bangli dengan Rutan Bangli diharapkan dapat memberi manfaat untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat Binaan dan Kabupaten Bangli tentunya,” kata Sedana Arta.

Tinggalkan Komentar...