Wabup Suiasa Hadiri Upacara Karya Wraspati Kalpa di Pura Dalem Dasar Adat Sibanggede.

Wabup Suiasa menghadiri Upacara Karya Wraspati Kalpa, Melaspas, Mupuk Pedagingan lan Padudusan di Pura Dalem Dasar Br. Busana Desa Adat Sibanggede Kecamatan Abiansemal Minggu (22/12).
Wabup Suiasa menghadiri Upacara Karya Wraspati Kalpa, Melaspas, Mupuk Pedagingan lan Padudusan di Pura Dalem Dasar Br. Busana Desa Adat Sibanggede Kecamatan Abiansemal Minggu (22/12).

ABIANSEMAL, balipuspanews.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Upacara Karya Wraspati Kalpa, Melaspas, Mupuk Pedagingan lan Padudusan di Pura Dalem Dasar Br. Busana Desa Adat Sibanggede Kecamatan Abiansemal Minggu (22/12).

Upacara ini dipuput tiga Sulinggih yaitu Ida Pandita Mpu Griya Chandra Bhuwana Jagapati, Ida Pandita Mpu Griya Ubud dan Ida Pandita Mpu Griya Agung Sempidi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Penglingsir Puri Satria A.A. Ngurah Oka Ratmadi, DPRD Badung Dapil Abiansemal Ibu Luh Putu Sekarini, Putu Alit Yandinata dan I Nyoman Wiradana, Sekcam Abiansemal, Kapolsek Abiansemal, perwakilan Danramil Abiansemal, Perbekel Desa Sibanggede I Wayan Darmika serta Prajuru Adat dan Dinas Br. Busana Desa Adat Sibanggede.

Dalam pelaksanaan upacara ini Wabup. Suiasa melaksanakan persembahyangan dan mupuk pedagingan di Pelinggih Padmasana Pura Dalem Dasar Abiansemal disertai menyerahkan dana upacara sebesar Rp. 500 juta kepada manggala karya I Komang Adnyana dan disaksikan oleh seluruh masyarakat setempat.

Wabup. Suiasa dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung mempunyai komitmen untuk selalu hadir dan memberikan support disetiap upacara yadnya yang digelar oleh masyarakat. Diungkapkan juga selaku Guru Wisesa Suiasa merasa bangga karena masyarakat sudah mampu melaksanakan Swadharma yang utama dan yang pertama ditataran kehidupan beragama. Wabup juga menghimbau masyarakat untuk menghilangkan sifat iri hati dengan menumbuhkan sifat saling menghargai satu sama lain.

“Dalam Agama Hindu kita mengenal tiga konsep hutang yang harus dibayar yang disebut dengan Tri Rna, antara lain Dewa Rna, Rsi Rna dan Pitra Rna, upacara yang dilaksanakan Krama Desa Adat Sibanggede masuk dalam konsep Tri Rna yaitu membayar hutang kepada Sang Hyang Pencipta dengan mempersembahkan banten sebagai sarana penghubung pencipta dengan manusia,” Imbuh Wabup. Suiasa seraya menekankan dalam setiap kegiatan upacara yadnya, masyarakat dan pemerintah harus bersatu agar tujuan yadnya untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di dunia bisa tercapai.

Sementara itu Bendesa Adat Sibanggede I Made Wardana yang didampingi manggala karya I Komang Adnyana menyampaikan Pura Dalem Dasar Sibanggede diempon oleh 67 kk dimana 55 kk berasal dari Desa Sibanggede dan 12 kk dari luar desa. Rangkaian upacara telah dimulai dari tiga bulan lalu, ngayah dilandaskan semangat tulus dan iklas yang sekaligus dijadikan media pembelajaran oleh masyarakat tentang bagimana tata cara membuat banten maupun menjaga sikaf dan prilaku dalam melaksanakan upacara yadnya.

Sehingga masyarakat semakin mengetahui esensi dari upacara yadnya, Komang Adnyana tidak lupa mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas segala perhatian dan bantuan yang sudah diberikan sehingga upacara yadnya yang diselenggarakan oleh Krama Pengempon Pura Dalem Dasar bisa terlaksana dengan baik.