sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh Umat Hindu agar melaksanakan peringatan Hari Raya Saraswati dengan khusyuk atau sungguh-sungguh khususnya kepada para siswa dan pihak yang menggeluti serta berkaitan dengan dunia pendidikan.

 

Hal tersebut diungkapkan Wabup Sutjidra usai melaksanakan persembahyangan bersama didampingi oleh Ibu Ny. Ayu Wardhani Sutjidra yang juga selaku Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng pada Piodalan di Pura Padmasana Gedung Laksmi Graha, Singaraja yang rutin dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Saraswati, Sabtu (11/5).

Imbuh Wabup Sutjidra, Hari Raya Saraswati ini diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Umanis wuku Watugunung. Ini merupakan hari raya yang penting dan sakral bagi umat Hindu, khususnya bagi para siswa dan penggelut dunia pendidikan. Umat Hindu mempercayai Hari Raya Saraswati ini adalah hari turunnya ilmu pengetahuan. “ Perayaan Hari Saraswati ini harus betul-betul dimaknai khususnya di dunia pendidikan,“ ujar Wabup Sutjidra.

Setelah memperingati Hari Raya Saraswati, masih kata Wabup Sutjidra nantinya umat hindu akan merayakan Hari Raya Pagerwesi, serta Rahina Tumpek Landep. Untuk itu, sebagai umat yang beragama diharapkan agar selalu memohon sinar suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan bersyukur atas karunia yang sudah diberikan baik secara skala maupun niskala .

“Itu adalah rangkaiannya, sekaligus juga ritual untuk bagaimana kita melaksanakan kegiatan dharma dengan sebaik-baiknya, “ harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buleleng, I Made Subur, SH yang turut melaksanakan persembahyangan bersama dengan para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Buleleng, para pengurus TP PKK Kabupaten Buleleng serta pengurus WHDI Kabupaten Buleleng menjelaskan sebelum melaksanakan persembahyangan bersama, diawali dengan ritual Ngider Bhuwana di Tugu Singa Ambara Raja yang bertujuan untuk mengganti Daksina Linggih yang berada di soang-soang atau tiap-tiap merajan, serta melaksnakan pecaruan.

“Karena di setiap piodalan kita harus melaksanakan pergantian daksina linggih terlebih dahulu, “ jelasnya.

Selain digunakan untuk kegiatan pemerintahan, Gedung Wanita Laksmi Graha juga digunakan oleh seluruh komponen masyarakat untuk kegiatan-kegiatan seperti ceremonial, hajatan, pernikahan dan lain sebagainya.  Maka dari itu, pada piodalan yang bertepatan dengan hari Saraswati ini pihaknya memohon, dengan yadnya yang dilakukan agar diberikan keselamatan dan kelancaran dari setiap kegiatan.

“Kita juga memohon tuntunan, bimbingan serta sinar suciNya sehingga tugas kita sebagai abdi negara dapat berjalan dengan baik,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar...