Jumat, Mei 24, 2024
BerandaBulelengWabup Sutjidra Harap, Perayaan Tumpek Landep Dapat Menajamkan Pikiran

Wabup Sutjidra Harap, Perayaan Tumpek Landep Dapat Menajamkan Pikiran

BULELENG, balipuspanews.com – Perayaan Tumpek Landep Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp. OG ditemani istri tercinta melaksanakan Upacara Jana Kerthi, di Pura Segara Penimbangan. Perayaan tumpek yang jatuh tepat pada Saniscara Wuku Landep (9/4/2022) diharapkan bisa menjadi momentum untuk mempertajam pikiran setiap umat.

Persembahyangan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa serta Kepala OPD di Lingkup Pemkab Buleleng.

Sekedar diketahui upacara Jana Kerthi sebagai pelaksanaan tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali era baru ini dilakukan secara serentak di seluruh Bali.

Wabup Sutjidra menyampaikan, dalam perayaan Tumpek Landep ini, diharapkan nantinya bisa dipakai momentum untuk menajamkan dan mengendalikan pikiran untuk kehidupan yang lebih baik serta meningkatkan jati diri pada kehidupan sekarang.

Selain itu, Sutjidra mengimbau kepada masyarakat Buleleng, selain melalukan persembahyangan, perayaan Tumpek Landep kali ini juga dilakukan penyucian diri sendiri.

“Mudah-mudahan perayaan Tumpek Landep ini, dapat mengurangi hal-hal yang negatif. Mari kita membangun Buleleng yang bijaksana,” ungkapnya.

BACA :  Guru Les Cabul di Karangasem Jebolan Kapal Pesiar

Usai melaksanakan persembahyangan di Pura Segara, Wabup bersama rombongannya berkesempatan mengikuti sembahyang bersama dalam upacara Karya Pujawali yang di rangkaikan dengan upacara Pawintenan Eka Jati Pinandita Pura Pajenengan Panji Sakti, di Desa Panji, Kecamatan Sukasada.

Pada kesempatan itu, Anak Agung Ngurah Panji Anom selaku kelian pengemong Puri Anyar Sukasada yang sekaligus sebagai Manggala Karya di Pura Pajenengan Panji Sakti menyampaikan Upacara Pujawali telah berjalan sejak dahulu, dikarenakan di Pura tersebut merupakan tempat pemujaan Ida Bhatara Anglurah Panji Sakti.

Ia pun menceritakan sedikit tentang Pura Pajenengan Panji Sakti, dimana sebelum menjadi Pura seperti sekarang, dahulu tempat tersebut merupakan kediaman beliau Panji Sakti yang dibangun pada tahun 1604 dan kemudian beliau juga membangun Puri Sukasada pada tahun 1629. Puri Sukasada bersama seluruh Puri di Buleleng dari tahun 1850 sampai sekarang sudah menjadi pengembong dari Pura Pajenengan Panji Sakti ini.

Terkait rangkaian upacara piodalan akan dilakukan dari pagi hingga malam hari dan dipimpin oleh Ida Pedanda Kemenuh dari Griya Tohpati yang akan dirangkaikan dengan upacara Pawintenan Eka Jati Ratu Mangku Pura Pajenengan Panji Sakti.

BACA :  Tumbuhkan Ekonomi Kemasyarakatan, Pasar Desa Canggu Diresmikan Bupati Badung

Tak hanya itu mengingat padatnya acara pihaknya mengimbau kepada pemedek Pura Pajenengan Panji Sakti yang akan melakukan persembahyangan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Semua itu tidak lain untuk mendukung program yang sudah dicanangkan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik pihaknya pun meminta pemedek agar membawa tempat Tirta (air suci) dari rumah masing-masing untuk menjaga kebersihan Pura.

“Bagi para pemedek Pura agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan diharapkan untuk membawa wadah tirta (sangku) sendiri karena dari pihak Pura tidak akan menyediakan kantong plastik,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular