sewa motor matic murah dibali

BANGLI, balipuspanews.com – Upaya mempercepat pembangunan Desa, sekaligus membangun keswadayaan dalam pembangunan antara TNI dan Masyarakat, digelar acara Pembukaan TMMD ke-104 tahun 2019 di desa Peninjoan, KecamatanTembuku, Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan dilapangan Peninjoan dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Danrem 163 Wirastya, Bupati dan Wakil Bupati Bangli, Angota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Dandim sejajaran Korem 163 Wirasatya, Forkompimda Kab. Bangli, Kepala OPD Kabupaten Bangli dan masyarakat setempat.

Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati/Cok Ace selaku Inspektur Upacara menyampaikan, TNI Manunggal membangun desa dilaksanakan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus membangun keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Keterlibatan TNI dalam pembangunan merupakan bentuk nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan masyarakat akan mempercepat pembangunan di desa sebagaimana yang tertuang dalam butir ke-3 dari NAWACITA, yaitu membangun Indonesia dari Pinggir, memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Ditahun 2015 kita telah mengikrarkan gerakan perubahan mendasar yang kita kenal dengan REVOLUSI MENTAL. Hal itu harus kita maknai sebagai suatu gerakan fundamental baik cara pandang, cara pikir dan cara kerja setiap elemen baik pemerintah, TNI dan seluruh masyarakat yang dituangkan dalam 3 pilar revolusi mental yaitu Integritas yang dimaknai dengan mengedepankan aspek jujur, dipercaya, berkarakter dan bertanggungjawab.

Berikutnya Etos Kerja yaitu yang dicerminkan dari sikap masyarakat yang bekerja keras, kerja cerdas, kerja kualitas, kerja iklas dan kerja tuntas. Yang terakhir adalah Gotong Royong digambarkan sebagai sebuah aktivitas yang mengedepankan kerjasama solitaritas antar sesama, berorientasi pada kepentingan orang banyak. “yang paling penting dari Revolusi Mental adalah Bagaimana Revolusi Mental itu harus terinternalisasi di dalam jiwa masyarakat” tegasnya. Lebih lanjut disampaikan melalui kegiatan TMMD ke-104 ini saya menaruh harapan besar, agar dapat memicu dan memotivasi usaha kita dalam pemberdayaan masyarakat sebagai subyek pembangunan dengan semangat dan jiwa baru yang berintegritas, beretos kerja dan gotongroyong yang akan mempengaruhi jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya di Provinsi Bali.

“Untuk itu saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali, bersama TNI, untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan daerah melalui keharmonisan alam Bali berserta isinya melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali” pesannya.

Sementara itu Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto M.Sc selaku Dansatgas mengatakan, TNI manunggal membangun desa ke-104 tahun 2019 kali ini dilaksanakan di Desa Peninjoan Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Lokasi yang dipilih merupakan usulan dari masyarakat yang mana mereka sangat mengharapkan terbentuknya jalan sepanjang 1,5 km, yang menghubungkan antar banjar Penarukan dengan dusun tampuagan yang sejatinya jalan tersebut sering digunakan oleh masyrakat setempat sebagai akses dalam melaksanakan kegiatan upacara keagamaan dan kegiatan sehari hari untuk perekonomian para petani.

Hal ini akhirnya kami tangkap dan tindak lanjuti ke pusat satuan atasan di mabes TNI yang akhirnya disetujui untuk tahun ini mendapatkan alokasi untuk melaksanakan kegiatan TNI manunggal membangun Desa, pembangunan jalan sepanjang 1,5 km didesa Peninjoan ini.

Lanjut, dana yang di alokasikan untuk mendukung kegiatan pembuatan jalan ini untuk sasaran fisik adalah dana dari APBD Kabupaten Bangli sejumlah 1 miliar 5 juta rupiah, ditambah dari pendampingan desa sebesar 150 juta untuk mendukung kegiatan kegiatan non fisik dan kegiatan seremonial upacara pembukaan dan penutupan termasuk juga bedah rumah. Sedangkan dukunga dari Mabes TNI berupa uang saku dan uang makan yang ditujukan kepada satgas personil TNI yang berjumlah 150 orang dimana danan itu diberikan kepada tuan rumah yang menampung para satgas untuk biaya kebutuhan makan setiap hari.

“Dengan program TMMD ini bukan hanya terbentuk jalan sepanjang 1,5 km yang sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, baik kegiatan keagamaan dan pendukung perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat gotong royong budaya adiluhung yang diwariskan nenek moyang kita bukan hanya untuk kalangan masyarakat saja tetapi juga jalinan wahanan gotong royong antara masyarakat dengan TNI, POLRI dan aparat lain baik itu ASN di Kabupaten Bangli termasuk pihak-pihak dari luar Kabupaten dalam hal ini adalah dari Provinsi Bali” tambahnya.

Dengan dibukanya TMMD oleh Wakil Gubernur Bali diharapkan juga sasaran fisik dan non fisik dapat kami selesaikan dengan tepat waktu sesuai jadwal yang telah kami tetapkan tanpa ada hambatan yang signifikan.

Selain pembuatan jalan, kegiatan tambahan yang diselenggarakan antara lain berupa non fisik yaitu Kegiatan Belanegara, ketahan pangan dan penyuluhan, Hukum dan KDRT, Kamtibnas, Keluarga Berencana (KB), kesehatan, Agama dan BINTAL dan lainya. Hal menarik dalam TMMD kali ini, untuk pengerjaan Bedah rumah melibatkan masyarakat kita yang masih dalam pesakitan/tahanan sebagai upaya untuk persiapan transisi mereka nantinya kembali ketengah tengah masyarakat menjalani hidup sebagai warga negara yang baik.

“Tentunya hal ini dilakukan sudah seijin dan sepengawasan Kepala Rutan Bangli dengan jajaranya” Katanya. (rls/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...