Wakil Bupati Sujitra Terima Vaksinasi Kedua Bersamaan Dengan Awak Media

Wakil Bupati Buleleng saat mengikuti proses vaksinasi tahap kedua di RSUD Kabupaten Buleleng
Wakil Bupati Buleleng saat mengikuti proses vaksinasi tahap kedua di RSUD Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Buleleng terus berlanjut. Kali ini awak media ikut divaksin tahap satu bersamaan juga dengan vaksin tahap dua yang dilakukan Wakil Bupati Buleleng.

Vaksinasi yang dilaksanakan di dua tempat berbeda itu diikuti oleh 33 orang wartawan bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Sementara Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra telah mendapat suntikan kedua vaksin Corona Sinovac, Senin (8/3/2021) setelah sebelumnya telah mengikuti tahap pertama pada Senin  (8/2/2021).

Mengingat usia dari Wabup Sutjidra telah mencapai 60 tahun, sehingga jarak waktu suntikan vaksin kedua harus 28 hari setelah menerima vaksin pertama. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Badan POM, yang mengatakan pemberian dua kali suntikan vaksin untuk lansia akan diberikan jeda 28 hari. Sedangkan untuk kelompok usia 18-59 tahun, jeda penyuntikan dilakukan dalam kurun waktu 14 hari.

Baca Juga :  Korpri dan PGRI Diminta Harus Berperan Aktif dan Berinovasi

Vaksinasi kedua ini, kembali dilakukan di RSUD Buleleng. Dilihat dari kondisi saat hadir ke RSUD Buleleng, Wabup Sutjidra yang hadir bersama istri yang juga mendapatkan vaksin kedua ini tampak sehat. Dirinya mengaku selama jeda dari vaksin pertama, dirinya merasa tidak ada masalah dan tetap bugar.

“Astungkara tidak ada masalah, sekarang saya sudah mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19,” jelasnya.

Wabup Sutjidra mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan program vaksinasi ini. Menurutnya, vaksin sinovac ini sama sekali tidak ada efek samping yang berbahaya.

Dirinya mengatakan, setelah program vaksin ini berhasil, diharapkan masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa, namun harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Baca Juga :  Pupuk Rasa Kekeluargaan, Pimpinan OPD di Buleleng Diajak "Megibung"

“Program ini adalah harapan satu-satunya dari Pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19, mari kita dukung program ini jangan lagi ada masyarakat yang menolak vaksinasi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu dari awak media yang turut menerima vaksin yakni Edy Nurdiantoro mengaku tidak merasakan sakit sama sekali ketika menerima suntikan, bahkan pelaksanaannya tidak sampai hitungan satu menit sudah selesai. Meski sempat merasakan kantuk setelah divaksin Ia mengaku tidak ada reaksi lain setelah divaksin.

“Ada sedikit ngantuk tapi mungkin karena sebelumnya saya sempat bergadang. Ini bagus untuk kami apalagi kami sangat sering bertemu narasumber di sejumlah tempat dan bertemu orang-orang yang berbeda,” tutupnya.

Baca Juga :  12 Orang di Buleleng Meninggal Suspek Rabies, Terbanyak November 2022

Penulis : Nyoman Darma 

Editor  : Oka Suryawan