Wamen Alue Dohong Inginkan Program Adopsi Satwa Endemik Bali

Gubernur Bali Wayan Koster dan Wamen Kementerian LHK RI Alue Dohong (kanan)
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wamen Kementerian LHK RI Alue Dohong (kanan)

DENPASAR, balipuspanews.com – Dalam kunjungan kerja ke Bali, Wakil Menteri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong mengusulkan kepada Gubermur Bali terkait program adopsi satwa endemik Bali, seperti jalak dan kura-kura sebagai salah satu potensi besar pariwisata Pulau Dewata.

Demikian disampaikan Wamen, saat acara Welcome Dinner di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (23/10).

Wamen Alue Dohong menyebut visi Gubernur Koster mengenai lingkungan dan kehutanan sangat luar biasa, mengnai penghijauan yang tak hanya menanam kayu, tapi juga tanaman yang berguna, bernilai ekonomis bagi masyarakat. Disamping juga jika tanaman herbal bisa diwujudkan tentu sangat bagus sekali.

“Sekaligus bagian dari pelestarian lingkungan dan satwa,” ucapnya. Dirinya juga berjanji untuk mendukung penuh visi dan upaya Gubernur Bali Wayan Koster dalam upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Di antaranya melalui program rehabilitasi yang dicanangkan tiap tahunnya.

Selanjutnya Wamen Dohong menyebut, kondisi lingkungan alam Bali cukup baik. Salah satunya terbukti dengan keberadaan tanaman mangrove yang terjaga dan terawat dengan baik.

“Saya tinjau langsung, dan kondisinya baik. Mangrove harus terus dijaga sebagai barrier alami dari gelombang. Selain itu juga punya peran penting sebagi penjaga ekosistem laut sekaligus penghasil oksigen,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah kebijakan terkait lingkungan dan kehutanan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Kami sudah menyusun road map, program penghijauan di sejumlah kawasan di Bali. Baik berupa penanaman hutan baru, taman maupun pemanfaatan lahan tidak produktif, seperti di pinggir-pinggir jalan,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengatakan bahwa dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali terkandung konsep Wana Kertih yang merupakan upaya untuk melestarikan hutan.

“Jadi kami berupaya betul untuk mencapai target 30 persen dari total Provinsi Bali adalah kawasan hijau. Dan selanjutnya kami rencanakan ke depannya, kalau bisa tidak ada lahan terbengkalai yang tidak produktif di Bali,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Tak sekedar penghijauan, Gubernur Koster juga merancang kawasan hijau yang terdiri dari tanaman endemik Bali, tanaman herbal hingga tanaman yang berguna sebagai sarana upakara.

“Jadi berguna untuk kesejahteraan hingga kesehatan masyarakat, lebih jauh sebagai bagian dari citra baik Bali sebagai kawasan wisata dunia,” Tambahnya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra serta jajaran OPD terkait lainnya.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan