Alit rama sedang memberikan klarifikasinya dihadapan awak media di Mapolres Gianyar, Kamis (16/5).
Alit rama sedang memberikan klarifikasinya dihadapan awak media di Mapolres Gianyar, Kamis (16/5).
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – Tidak ingin namanya disangkutpautkan terkait berita penganiayaan pembantu di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar pada Rabu (15/5), I Nyoman Alit Sutarya akhirnya angkat bicara dan membantah bahwa dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan terduga pelaku Desak Made Wiratningsih dan mengakuinya sebagai keponakan jauh.

“Saya awalnya berniat untuk lapor polisi namun karena beberapa pertimbangan saya berniat untuk membuat klarifikasi saja supaya jelas,” katanya didepan para awak media di Mapolres Gianyar, Kamis (16/5).

Alit Rama memaparkan bahwa walaupun tidak diberitakan secara terang-terangan namanya, namun Alit merasa nama baiknya tercoreng. Bahkan dirinya mengakui sempat bertengkar dengan istrinya.

“Saya sampai bertengkar dengan istri gara gara ini dan sebenarnya yang terjadi adalah saya membantu dia (Desak Made Wiratningsih, red) karena merasa kasihan diceraikan oleh suaminya saat dia dalam kondisi hamil,” katanya.

Bahkan kata Alit Rama anaknya yang masih SMP dibully sampai nangis.

“Anak saya yang masih SMP dibully bahkan sampai nangis,” ucapnya.

Alit Sutarya menjelaskan terhadap kasus dugaan penganiyaan ini, pihaknya menilai penuh kejanggalan. Kejanggalan-kejanggalan diantaranya kalau memang kejadian atau lokus di Gianyar, katanya diantar oleh polisi sampai ke Nusa Dua dan kemudian lapor ke Polda Bali.

“Orang yang tidak tamat SD, kok dengan cepat mencari pengacara, kenapa tidak lapor dikantor polisi terdekat di Gianyar,” tanya Sutarya.

Selain itu, saat kejadian Desak Wiratiningsih tidak ada dirumah namun diluar rumah. Selain itu, saat kejadian dirumahnya ada saudara tiri Eka Febriyanti, Santi,

”Kalau saudara tirinya disiram air kenapa Santi tidak melarang atau minta bantuan orang lain, kenapa tidak membelanya,” tanya Alit Sutarya.

Alit Sutarya menambahkan, sebelum kasus dugaan penganiayaan, baru 2 bulan pembantu ini kerja dirumah Desak,  ada teror bahwa Desa Wiratiningsih dituduh menyekap Santi dan Eka Febriyanti.

Saat ditanya Santi dan Eka Pebriayanti soal penyekapan itu dua orang ini bingung. Bahkan Santi saudara tiri ini tidak mau pulang kerumah di Jember karena takut nanti menjadi korban asusila pemerkosaan.

Alit Sutarya memaparkan saat Desak Wiratiningsih hamil tua menjelang melahirkan suaminya tidak perduli dan menelantarkan Desak Wiratiningsih. Namun belakangan setelah anak kembarnya  umurnya 6 tahun, ada upaya untuk perebutan anak.

“Saya menduga semua kejadian baik teror, isu penyekapan dan sekarang ini dugaan penyiraman air panas itu, ada permainan skenario untuk merebut  hak anak,”duga Alit Sutarya menyebutkan seorang laki-laki asal luar Bali itu.

Dari pengalaman itu, Alit Rama langsung menaruh curiga bahwa kejadian penyiraman air panas terhadap pembantu rumah tangga ini sengaja dibuat-buat.

“Rasanya seperti ada aktor dibalik ini. Agar Desak penjara, anak kembali pada suami,” ungkapnya.

Alit Rama juga merasa bingung dengan cerita Eka yang alami luka bakar disiram air panas. Pihaknya pun mendesak kepolisian agar memastikan luka di punggung Eka.

“ Apakah itu luka baru atau luka lama. Sepengetahuan saya, Eka itu punya sakit korengan. Harus dicek juga foto itu dijepret kapan dan dimana? Masuk akal nggak, itu luka baru sudah bisa mengelupas,” tanyanya.

Menurut Alit Rama, idealnya dalam kondisi terluka semestinya Eka berobat di klinik atau rumah sakit terdekat. Namun dari kisahnya, ternyata Eka sempat bertemu dua perempuan dan naik angkot. Bahkan bertemu polisi, namun tidak melapor saat itu. “Katanya diantar polisi, kenapa gak lapor ke pos terdekat saat itu?,”tanya Sutarya.

Menurut Alit Rama hubungan antara majikan dan pembantu rumah tangga selama ini pun baik-baik saja. Bahkan korban Eka sering diberikan baju dan diajak jalan-jalan. Meski demikian, Alit Rama menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pada pihak kepolisian.

“Intinya saya tidak mencampuri urusan kepolisian, “ katanya.

Mengenai pendampingan hukum bagi Desak Wiratningsih, pihaknya mengaku masih cuti sebagai lawyer. Sehingga Alit Sutarya minta bantuan rekannya sesama pengacara untuk menjadi kuasa hukum  Desak Wiratiningsih.(catur/bpn/tim).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here