Wapres dan Panglima TNI Jadi Saksi Pernikahan Ketua MK dengan Adik Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo yang menjadi wali pernikahan adik kandungnya Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, serta Wakil Presiden KH Maruf Amin dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menjadi saksi pernikahan kedua mempelai. (Foto: MPR RI)
Presiden Joko Widodo yang menjadi wali pernikahan adik kandungnya Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, serta Wakil Presiden KH Maruf Amin dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menjadi saksi pernikahan kedua mempelai. (Foto: MPR RI)

SOLO, balipuspanews.com – Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menikah dengan adik kandung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati.

Ratusan pejabat negara menghadiri pernikahan termasuk Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang turut berbahagia atas kelancaran prosesi pernikahan, sekaligus mendoakan kedua mempelai senantiasa diberikan kebahagiaan dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga.

“Pernikahan ini juga menjadi pernikahan dua budaya yang berbeda, Jawa dengan Bima. Kedua mempelai seperti menegaskan kepada generasi muda bahwa perbedaan latar belakang suku dan adat istiadat maupun usia, bukanlah halangan untuk menjalani bahtera rumah tangga.

Selain menyempurnakan ajaran agama, pernikahan juga bagian dari upaya memperkuat ikatan kekeluargaan sebagai entitas terkecil dari kehidupan sosial rakyat Indonesia. Keluarga yang harmonis, kuat, dan bahagia, pada akhirnya akan menopang kedaulatan dan kekuatan sosial bangsa Indonesia,” ujar Bamsoet dalam keterangannya usai menghadiri pernikahan Anwar Usman dengan Idayati, di Graha Saba Buana, Solo, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga :  Mancing Lele, Jaga Kekompakan dan Solidaritas DPRD Bali

Turut hadir Presiden Joko Widodo yang menjadi wali pernikahan Idayati, Wakil Presiden KH Maruf Amin dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menjadi saksi pernikahan.

Hadir pula para pimpinan MPR RI, antara lain Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Hidayat Nur Wahid, dan Arsul Sani. Ketua Mahkamah Agung, Ketua BPK, dan Ketua KY.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI menilai, sosok Anwar Usman yang kharismatik serta Idayati yang keibuan, sangat serasi menjadi pasangan yang diikat dalam pernikahan. Memulai karir sebagai hakim sejak tahun 1985 di Pengadilan Negeri Bogor, Anwar Usman sejak dahulu dikenal sebagai pribadi yang bersahaja.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi, Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga dan Rantai Pasok

Rekam jejaknya tanpa cela, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk menegakan keadilan dan menjaga etika para hakim. Tidak heran jika beliau pernah dipercaya menjadi Asisten Hakim Agung (1997-2003), dan Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung (2003-2006).

“Lalu pada 2005, beliau diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung. Hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (2015-2018), dan sejak April 2018 dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi.

Profesinya yang menuntut kecermatan, ketelitian, dan determinasi tinggi, sangat pas jika mendapatkan pasangan hidup seperti Mbak Idayati yang bersahaja dan penuh kelembutan,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menekankan, sesuai ajaran agama Islam, ada tiga rahasia Illahi yang sudah ditetapkan terhadap hambanya. Yakni, rezeki, jodoh, dan maut.

Baca Juga :  Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera, Seluruh OPD Pemkot Denpasar Bagikan Bendera Merah Putih

Karenanya, pernikahan Anwar Usman dan Idayati ini tidak perlu dikaitkan dengan politik atau hal lainnya yang justru bisa mengingkari kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Terlebih sosok Anwar Usman telah memiliki rekam jejak integritas yang tidak perlu diragukan.

“Kabarnya pasca menikah, Mbak Idayati akan dibawa Pak Anwar Usman untuk tinggal bersama di Jakarta. Menemani dan menjaga Pak Anwar Usman yang masih memegang amanah sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Kebahagiaan kedua mempelai dan keluarga besar, semoga juga menular menjadi kebahagiaan kita bersama,” tegas Bamsoet.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan