Anjing ilustrasi
Anjing ilustrasi
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA,Balipuspanews.com -Sebanyak  11 ekor anjing liar yang berkeliaran di Desa Akah  terpaksa dilakukan eliminasi dan sebanyak 31 ekor anjing peliharaan warga Desa Akah juga diberikan vaksin Rabies pada Kamis(23/5).

Hal itu ditegaskan oleh Kabid  Kesehatan Hewan,Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Anak Agung Raka Arnawa yang ditemui Kamis(23/5). Menurutnya eliminasi itu dilakukan secara  selektif biar pemilik anjing peliharaan tidak ada rasa ketersinggungan atas upaya mulia tersebut.

Namun dari upaya tersebut masih ada yang tertinggal karena kemungkinan rumah warga ditempati oleh orang jompo sehingga tidak terpantau kepemilikan anjingnya.

Upaya eliminasi anjing liar dilakukan pihak Dinas yang berkompeten ini karena adanya sebelumnya beberapa warga yang digigit anjing gila  di Desa Akah. Adapun warga yang digigit anjing gila ini antara lain Nengah Sirka (54) warga Banjar Gingsir, Desa Akah, Klungkung dan beberapa warga lainnya. Ditemui Nengah Sirka (54) dirumahnya dirinya  menunjukan luka di rahang kirinya dan . Ia harus mendapatkan 3 jaritan luka di wajahnya, setelah diserang secara membabi buta oleh anjing positif rabies, Selasa (21/5)lalu. Ia pun merasa khawatir, mengingat beberapa hari lalu seorang pemuda di Desa Paksebali dinyatakan meninggal dunia setelah terjangkit rabies

” Saya tentu merasa khawatir. Setelah diserang anjing itu, saya langsung mencari VAR (vaksin anti rabies),” ujar Nengah Sirka sembari menunjukan luka diwajahnya.

Rahang kiri dari Nengah Sirka telah ditutup perban, dan Ia lalu menunjukan bekas luka di dada sebelah kirinya. Bekas gigitan dan luka memar di tubuhnya, menunjukan betapa ganasnya serangan anjing rabies tersebut

” Itu anjing liar, sering saya lihat. Tapi kemarin sangat ganas. Tumben saya melihat anjing seganas itu, hingga loncat menyerang wajah,” ungkap Nengah Sirka

Tidak hanya menyerang Nengah Sirka, anjing rabies yang sama juga menyerang dua warga desa Akah lainnya secara membabi buta.

Saking ganasnya, anjing betina itu menyerang ketiga wajah korbannya hingga mengalami luka-luka. Anjing tersebut sudah diburu oleh warga, dan sampel otaknya telah dibawa ke laboratorium  Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar oleh Tim Keswan Klungkung, Rabu (22/5)

Nengah Sirka menceritakan, kejadian serangan anjing liar itu terjadi, Selasa (21/5) sekitar pukul  10.00 Wita. Ketika itu, Sirka tengah mengasuh cucu yang disayanginya, Ni Kadek Listiadewi (2).

Ketika hendak membuat teh, Ia meninggalkan cucunya di teras rumah. Setelah keluar dari dapur, ia sudah melihat anjing liar berwarna hitam dan putih itu sudah berada  di halaman rumah.Namun tiba-tiba anjing itu loncat dan menyerang tubuh dari Nengah Sirka. Ketika itu, anjing yang membabi buta tersebut, berhasil melukai badan kiri dari Sirka.

” Saya kaget, karena tiba-tiba menyerang dengan ganas. Anjing itu meloncat dari tanah, dan menyerang tubuh saya. Anjing itu sempat saya tendang hingga terkapar. Beruntung anjing saya itu tidak menyerang cucu saya yang berada di teras,” ungkap Sirka

Bukannya lari, anjing itu justru semakin menyerang membabi-buta. Sirka dan anjing rabies itu sempat terkibat duel. Anjing liar itu terus melompat dan berusaha menerkam leher pria paruh baya itu, dan  Wayan Sirka dengan tangan kosong masih mampu memukul anjing itu hingga terkapar. Ketika akan mengambil benda disekitarnya untuk dijadikan senjata, tiba-tiba anjing betina itu kembali melompat dan berhasil menerkam wajah dari Sirka. Wajah Sirka pun berlumuran darah karena mengalami luka terbuka” Saat saya memalingkan wajah, tiba-tiba anjing itu sudah loncat dan menerkam wajah saya. Hingga wajah saya berlumuran darah,” ungkap Sirka

Tidak hanya Ningah Sirka, anjing itu lalu menyerang warga dari Banjar Gingsir, Desa Akah lainnya, Ketut Arta (54) sekitar pukul 18.00 Wita. Ketut Arta ketika ngayah di Pura Pasek di sekitat Banjar Gingsir, diserang oleh anjing yang sama. Anjing rabies itu, secara membabi buta meloncat dan mampu menerkam wajah dari Ketut Arta.

Kondisi ini membuat Ketut Arta mengalami dua luka dinwajahnya. Sementara ada seorang pemuda asal Banjar Pekandelan, Desa Akah, Dewa Putu Alin Indrawan

 juga dilaporkan diserang oleh anjing yang sama.  Ia diserang ketika berada di depan rumah sehingga mengalami luka di bagian dahi dan kaki.

Kejadian ini tentu membuat warga di Banjar Gingsir, Desa Akah sangat resah. Warga lalu beramai-ramai memburu anjing betina itu.

” Malam itu juga, Selasa (21/5), warga  memburu anjing itu. Ada yang bawa tombak, ada bawa senapan angin. Ramai sekali yang memburu anjing itu malam-malam,” terang Nengah Sirka.(Roni/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here