24.8 C
Denpasar
09/08/2022, 5:47 AM
Opini AndaWarga Bali Mudah Terprovokasi dibedah dalam Buku Gadis Suci Melukis Tanda Suci...

Warga Bali Mudah Terprovokasi dibedah dalam Buku Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci

balipuspanews google news
- Advertisement -

OPINI ANDA, balipuspanews.com – Siapa yang tak mengenal Bali? Rasa-rasanya sebagian besar umat manusia di dunia tau Bali itu apa. Era kolonial dulu, Belanda menyebut Bali sebagai The Last Paradise in the World. Banyak ilmuwan yang datang ke Bali untuk lebih mengenal tentang Bali, khususnya lebih mengenal tentang adat dan budayanya.

Tak hanya orang luar saja, belakangan ini cukup banyak penulis asal Bali yang menggambarkan wajah Bali secara lebih jelas. Salah satunya adalah Bapak Made Adnyana Ole, atau lebih dikenal dengan Pak Ole.

Pak Ole merupakan salah satu pegiat literasi di Kabupaten Buleleng, Bali. Mendirikan komunitas Mahima adalah salah satu langkah Pak Ole untuk mendekatkan aktivitas literasi dikalangan anak muda Buleleng.

Terakhir Pak Ole mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Bali dalam acara Festival Bali Jani atas pengabdiannya dalam bidang sastra. H

kini Pak Ole masih aktif dalam menulis, tak hanya di lini masa Facebook tapi juga menulis di beberapa media online dan yang paling anyar Pak Ole menerbitkan buku kumpulan cerita pendek (cerpen) yang ia beri judul “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”.

Jika melihat dari sampulnya, tentu corak-corak Bali sudah sangat kental terlihat. Hal itu tak terlepas dari hasil goresan-goresan dari pelukis Dewa Gede Purwita Sukahet yang membuat kesan magis dari buku ini makin terasa.

Buku dengan sampul berwarna cokelat dengan tulisan berwarna emas ini terdiri dari 9 cerpen dengan tema yang beragam tetapi mengambil latar tempat yang sama yakni di Bali.

Sehingga, 9 cerpen ini dapat menggambarkan bagaimana situasi Bali yang sesungguhnya. Dalam salah satu cerpen ini terdapat kisah nyata dari sang penulis yang erat juga kaitannya dengan tempatnya berkarya saat ini yaitu Buleleng.

Buku ini memulai kisahnya dengan cerpen yang berjudul “Terumbu Tulang Istri”. Dari cerita ini kita dapat mengetahui sisi lain dari Bali yang selalu tampak indah dan tanpa cacat dari luar, namun menyimpan begitu banyak luka bagi masyarakatnya.

Cerita yang awalnya menceritakan tentang kisah seseorang yang bernama Kayan mendapatkan penghakiman dari masyarakat desanya yang menganggap bahwa ia telah membuat kotor desanya dan harus segera diupacarai agar bersih kembali.

Upacara tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Kayan yang kehilangan istrinya. Dalam cerita ini, saya selaku pembaca dapat merasakan bagaimana fanatiknya masyarakat Bali terhadap kepercayaan.

Hal ini mengakibatkan masyarakat Bali hanya terfokus pada pelaksanaan upacaranya saja, tanpa memikirkan psikologis dari orang yang diupacarai sehingga dapat meninggalkan trauma yang mendalam.

Khusus dalam cerita ini, saya merasakan perubahan setting tempat yang cepat dan tak terduga sehingga saya sebagai pembaca cukup mengalami kesulitan dalam memahami isi ceita ini. Bahkan endingnya jauh dari apa yang saya kira (unspectable).

Bagaimana Bali menjadi salah satu daerah yang terkena dampak yang luar biasa akibat peristiwa politik pada 1965 juga digambarkan dalam cerpen yang berjudul “Gede Juta”, dimana sang pemeran utama terpaksa putus sekolah dan mengalami trauma terhadap kehidupan sosial karena hidupnya hampir berakhir pada saat peristiwa politik tersebut. Dampak peristiwa politik bersejarah itu juga digambarkan pada cerita yang berjudul “Men Suka”.

Menceritakan seorang istri bersama empat anaknya yang harus merelakan suami sekaligus ayah untuk tak kembali karena kemelut politik tersebut. Kemelut politik tersebut membuat keluarga Men Suka menaruh harapan yang tak berkesudahan akan nasib dari Wayan Pasek yang merupakan suami sekaligus ayah dari keempat anak Men Suka.

Rasa-rasanya cerita tersebut mewakili banyak perempuan yang kehilangan tulang punggung keluarga dan memaksa mereka untuk menjadi tulang punggung sekaligus tulang rusuk keluarga.

Sebuah peristiwa politik yang tentu menyengsarakan banyak warga Bali. Apalagi, disebut-sebut bahwa Bali menjadi salah satu lokasi dengan jumlah korban terbanyak bersama Jawa Timur.

Buku ini juga mengungkap kepercayaan hal-hal magis yang masih dipercayai hingga kini oleh masyarakat Bali melalui cerita yang berjudul “Siat Wengi” dan “Darah Pembasuh Luka”.

Kedua cerita ini secara garis besar menceritakan bagaimana masyarakat Bali masih sangat bergantung terhadap ilmu-ilmu gaib yang tentu saja diluar nalar dalam menjalani kehidupan. Seperti menyakiti orang lain menggunakan ilmu hitam, mengobati sakit dengan hal-hal yang tak masuk di akal (non medis), dan lainnya.

Dari sisi yang lain, penulis mencoba memperlihatkan bagaimana cara masyarakat Bali mengelola rasa dendam terhadap orang lain yang lebih cenderung dibawa ke arah negatif saja.

Tak hanya cerita tentang peristiwa lalu yang berdampak besar bagi masyarakat Bali hingga kini, dalam buku ini juga menceritakan bagaimana situasi Bali terkini.

Bagaimana pariwisata yang menjadi jantung perekonomian masyarakat Bali sedikit demi sedikit malah membunuh masyarakat Bali. Pariwisata budaya yang makin hari makin tergerus dengan pariwisata yang hanya mementingkan kaum kapitalis dengan menyeragamkan destinasi wisata.

Padahal jika kita lihat secara mendalam, Bali dikenal dan terkenal dengan adat istiadatnya bukan karena hotel megah, sirkuit balap, dll yang belakangan ini gencar diwacanakan. Hal ini tertuang dalam cerita “Lelaki Garam”.

Dalam cerita ini mengisahkan tentang seorang warga pedagang garam yang kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal akibat permainan dari investor.

Tak afdol rasanya jika tak membahas cerita yang menjadi judul dari buku ini, apalagi kalau bukan “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”. Saya pribadi memiliki interpretasi sendiri tentang cerita ini.

Cerita yang bagi saya cukup njelimet karena melibatkan penggambaran sosok tak nyata dalam ceritanya yaitu Gadis Suci. Singkatnya, dalam cerita ini kita diperlihatkan bagaimana situasi masyarakat kita sekarang yang mudah sekali terprovokasi terhadap suatu masalah, dan lebih mudahnya lagi adalah menghakimi.

Itulah hebatnya masyarakat kita, sangat malas untuk mengenal orang lain tetapi paling terdepan dalam hal menilai dan merasa malu sendiri ketika melihat kebenaran yang sesungguhnya dengan mata kepalanya sendiri.

Dari sembilan cerpen yang terkandung dalam buku ini, hanya satu cerita yang memiliki judul terdiri lebih dari 3 suku kata. Judul-judul yang dibuat oleh Pak Ole pun memberi rasa penasaran yang tinggi kepada kita sang pembaca.

Hal ini dikarenakan judulnya belum mampu memberikan kita penjelasan terhadap isi dari ceritanya. Itulah yang memantik pembaca untuk melanjutkan petualangannya tidak hanya sekadar berhenti membaca judul saja. Membaca buku “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci” memberikan saya pengalaman menyelami problematika Bali secara lebih dekat dengan cara yang sederhana.

Tentang Penulis :
Teddy Chrisprimanata Putra, merupakan alumnus Universitas Udayana yang lahir di Singaraja, 25 Desember 1995. Saat ini masih aktif dalam organisasi kepemudaan di Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia. Aktif menulis sejak tahun 2016 dengan membuat blog dan masih berlanjut hingga hari ini. Pembaca dapat menemukan tulisan-tulisannya pada www.pojokngilmu.wordpress.com. Pernah mengikuti Sayembara Essay yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dan masuk dalam 10 besar essay terbaik.

Judul Buku : Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci
Penulis : Made Adnyana Ole
Penerbit : Mahima
ISBN : 978-602-61063-6-0
Jumlah Halaman : xi + 82

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
DPRD Buleleng Beserta Jajaran Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan
01:14
Video thumbnail
Sambutan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S T Tentang Hari Raya Galungan dan Kuningan
00:53
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Member of