Warga pesisir Kusamba, Klungkung beramai ramai berebut mengambil ikan yang tumpah dari laut
Warga pesisir Kusamba, Klungkung beramai ramai berebut mengambil ikan yang tumpah dari laut

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Ada peristiwa aneh dan menggegerkan bagi warga pesisir Pantai di Kusamba, Klungkung, Bali. Dimana entah fenomena alam seperti apa seketika ribuan ikan-ikan kecil terdampar di pesisir Desa Kusamba, Sabtu (30/5/2020).

Tentu saja peristiwa alam ini menjadi berkah bagi warga setempat, yang dalam beberapa hari ini tidak bisa melaut karena gelombang tinggi dan adanya Rob yang terjadi sebelumnya.

Perbekel Desa Kusamba I Nengah Semadi Adnyana mengungkapkan, fenomena terdamparnya ikan-ikan kecil itu terjadi Jumat (29/5/2020) dan Sabtu (30/5/2020).

Ikan yang kebanyakan jenis teri tersebut, terdampar dari pesisir Pantai Tribhuana hingga Banjar Bias, Desa Kusamba.

“Kejadianya itu sekitar jam 10 pagi. Kemarin (29/5) ikan kecil yang terdampar sangat banyak. Tadi ada juga, namun jumlahnya lebih sedikit dari pada kemarin,” jelas Nengah Semadi, Minggu (31/5/2020).

Hal seperti ini tentu menjadi berkah bagi warga setempat, terlebih dalam beberapa hari belakangan warga tidak bisa melaut karena gelombang tinggi. Ketika laut mulai tenang, justru ikan kecil berlompatan ke pesisir sehingga nelayan tidak harus melaut untuk menangkapnya.

Warga pesisir saat itu berebutan untuk mengambil ikan tersebut untuk dijadikan lauk pauk, ataupun dijual. Mereka membawa kresek dan berlarian menuju pesisir. Seperti halnya panen, mulai dari anak-anak hingga dewasa mengambil ikan dengan penuh sukacita.

“Disaat ombak sudah mulai tenang, justru banyak ada ikan. Ini berkah juga bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia mengatakan fenomena alam ini sangat jarang terjadi di pesisir Kusamba. Tahun ini bahkan kejadian ini baru sekali terjadi. Namun ia berharap fenomena alam ini menjadi pertanda berkah bagi masyarakat.

“Fenomena seperti ini jarang terjadi dan tidak tentu terjadi. Tahun lalu tidak ada kejadian seperti ini,” Terang Perbekel Semadi Adnyana mensyukuri kejadian tersebut.

Penulis/Editor : Roni/Artayasa