21/09/2020, 10:51 PM
Beranda Editor's Picks Warga Bunga Mekar resah, Empat Godel Mati diserang Anjing Liar

Warga Bunga Mekar resah, Empat Godel Mati diserang Anjing Liar

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kasus sapi dimangsa Anjing liar kembali terjadi di Nusa Penida. Kali ini dialami Jro Mangku Wayan Sulatri (50), warga Dusun Pundukahe Kaje, Desa Bungamekar, Nusa Penida. Menurutnya Anak sapi miliknya yang baru berusia 2 minggu, mati dengan kondisi tubuh yang penuh luka. Ia mencurigai, anak sapinya itu mati setelah diterkam anjing liar. Bahkan dalam seminggu terakhir, sudah 4 ekor anak sapi milik warga mati mengenaskan.

“Anak sapi saya mati dengan luka robek di pinggang. Belum sempat mendapatkan penanganan, sudah terburu mati,” ujar Jro Mangku Wayan Sulatri Jumat(20/9).

Kejadian ini tidak pertama kali baginya. Setahun lalu, Mangku Sukatri juga mengalami hal serupa. Anak sapinya juga mati dengan luka serupa. Ia pun mencurigai anak sapi miliknya itu terluka karena diserang anjing liar yang berkeliaran di Desa Bunga Mekar.

“Tahun lalu juga pernah mengalami hal seperti ini. Ternyata karena diserang anjing liar. Kali ini juga sepertinya karena diserang anjing liar, tentu ini sangat meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Tidak hanya dialami Jro Mangku Wayan Sulatri, kejadian ini juga dalami warga lainnya di Dusun Pundukahe Kaje, Desa Bungamekar. Rabu (18/9) lalu, dimana tiga anak sapi milik warga di kandang kelompok Simantri Pondok Indah juga mati menggenaskan. Ada yang mengalami luka di leher, di paha, dan ada yang sampai jeroannya keluar.

Situasi ini tentu membuat masyarakat resah. Terlebih semua anak sapi di kandang kelompok Simantri Pondok Indah diserang hingga mati. Hanya ada satu ekor indukan yang tidak diserang.

“Kami sedang bahas masalah ini. Ternak warga yang mati tersebut merupakan milik kelompok Simantri  Pondok Indah. Kecurigaan karena diserang gerombolan anjing liar,” jelas Perbekel Desa Bunga Mekar, I Wayan Yasa, dihubungi wartawan Jumat(20/9).

Dalam seminggu terkahir, setidaknya ja menerima informasi sudah ada 4 ekor anak sapi warga yang mati dengan sejumlah luka di tubuhnya. Semua sapi yang mati, berusia sekitar 6 bulan.

“Satu sapi matinya seminggu lalu, dan tadi juga ada tiga ekor anak sapi yang mati dalam satu kandang di Simantri Pondok Indah. Ada sampai jeroanya keluar juga,” jelasnya.

Serangan anjing liar itu tidak disadari warga, terlebih jarak kandang dengan pemukiman warga sekitar 500 metermeter dan kejadiannya malam hari. Wayan Yasa pun kembali menegaskan jika kejadian ini tidak pertama kali terjadi di desanya, tahun 2015 lalu hal serupa sempat terjadi. Tidak hanya menyerang ternak sapi warga, tapi juga ternak babi warga.

“Warga tentu resah dengan kejadian ini. Apalagi godel itu harganya lumayan, bisa Rp 5 juta perekornya. Peternak merugi karena kejadian ini,” bebernya sedih. (Roni/bpn/tim)

- Advertisement -

Sepintas Seperti WNA Mayat Tanpa Identitas, Gegerkan Warga Desa Penuktukan

BULELENG, balipuspanews.com - Penemuan sosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Palisan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula sekitar pukul 06.00 Wita oleh seorang warga...

Turis Wanita Asal Ukraina Dijambret di Jalan Raya Semer, Pelaku Masih Dikejar Polisi

KUTA UTARA, balipuspanews.com - Usai galungan, jambret kembali beraksi. Kali ini menimpa seorang turis wanita asal Ukraina, berinisial DB. Korban terjatuh dan luka-luka setelah...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play