Warga desa Awan dan Serai Kintamani kumpulkan punia untuk korban Gempa Sulteng
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

BANGLI, balipuspanews.com- Warga desa Awan dan desa Serai, Kintamani, Bangli menunjukan kepeduliannya terhadap bencana alam yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah ( Sulteng). Untuk membantu korban, kedua desa bertetangga itu spontan mengumpulkan sumbangan saat dilangsungkan Pujawali di Pura Dalem desa pakraman Awan Jumat ( 5/10/2018).

Dana yang terkumpul dari punia dadakan itu mencapai Rp 20,3 juta. Selain mengumpukan donasi untuk korban gempa Sulteng, saat Pujawali, warga setempat juga mendoakan agar bencana bisa reda dan korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Rencananya, dana tunai  itu akan diserahkan lewat perantara salah satu media di Bali untuk selanjutnya diserahkan kepada korban gempa di Sulteng.

Perbekel Desa Awan Sang Nyoman Putra Erawan mengatakan, penggalangan punia untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya, merupakan tindakan spontanitas dari empati tokoh-tokoh  desa Awan dan Sera.

Menurutnya,  setelah melihat dahsyatnya bencana, baik melalui pemberitaan media cetak, elektronik, maupun media sosial, semua tokoh berpikir bagaimana bisa sedikit meringankan beban saudara kita disana.

“ Kebetulan kemarin ada rembung – rembug antar tokoh. Disana kita bahas kemudian kita sampaikan kepada Jro Bendesa, ternyata responnya bagus dan semua punya pemikiran yang sama. Jadi rasa kepedulian ini, kita sampaikan kepada warga dan warga mengapresiasi dan menyambut dengan positif apa yang menjadi keinginan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Sang Nyoman Erawan menambahkan, setelah mendapat dukungan dari semua tokoh dan masyarakat, akhirnya disepakati untuk melakukan penggalan dana.

“ Yang masih hidup kita doakan agar diberi kekuatan dan ketabahan untuk bangkit menjalankan hidup. Yang belum ditemukan, kita doakan mudah-mudahan bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Yang meninggal kita doakan bisa mendapat tempat terbaik disisi Tuhan. Intinya, kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian kita, karena kita bisa merasakan penderitaan yang saudara kita rasakan,” tegasnya.

Dihadapan  perbekel Desa Serai Wayan kantun dan tokoh dua desa lainnya, ia juga mengatakan bahwa bencana yang sedang terjadi,  bukan saja ujian untuk warga Sulawesi Tengah, tetapi juga ujian untuk kita semua, masyarakat Indonesia.

Untuk itu, melalui penggalangan punia ini, pihaknya ingin mengetuk hati dan mengajak semua masyarakat yang belum tergerak, untuk ikut peduli dan membantu saudara kita yang sampai detik ini masih sangat dan amat memutuhkan uluran tangan dan bantuan kita.

“ Jangan abaikan mereka. Mereka tidak bisa berbuat, semuannya habis. Rumah tidak ada, listrik tidak ada, makanan tidak ada. Dalam kondisi seperti ini, jangan hanya berbicara Pilpres, tetapi sekarang ayo bersuara dengan tindakan nyata untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Masalah Pilpres bicarakan nanti tahun 2019,”ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Awan, Wayan Oka Susila mengaku sangat mengapresiasi kegiatan amal ini. Meskipun bersifat spontanitas, namun ia mengaku bangga melihat antusias warga Awan dan Serai untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan punia ini.

“ Secara pribadi saya sangat mendukung kegiatan amal seperti ini. Apalagi saudara kita di Sulawesi sedang mengalami cobaan. Sebagai sesama manusia sudah sepatutnya kita saling membantu tanpa memandang ras, suku dan agama. Mudah-mudahan sumbangan amal yang terkumpul hari ini bisa sedikit meringankan saudara kita di Sulawesi,”pungkasnya. ( rls/bas)

 

Tinggalkan Komentar...