Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBadungWarga Nelayan Mengaku Sulit Cari Minyak Solar di Wilayah Desa Canggu, Polisi...

Warga Nelayan Mengaku Sulit Cari Minyak Solar di Wilayah Desa Canggu, Polisi Lidik Penimbunan

CANGGU, balipuspanews.com – Minimnya pasokan minyak solar di sejumlah SPBU di wilayah Desa Canggu, Kuta Utara, menjadi topik yang hangat dibicarakan dalam pertemuan “Jumat Curhat” di Warung Segara Merta Pantai Nelayan, Desa Canggu, pada Jumat (31/3/2023) pagi.

Pertemuan itu dihadiri oleh Kapolsek Kuta Utara Kompol I Made Pramasetia S.H.,S.I.K.,M.H dan puluhan warga setempat, khususnya para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Segara Nelayan Canggu.

Tujuan dari “Jumat Curhat” ini adalah untuk membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat nelayan, sekaligus mendengar langsung berbagai keluhan dan aspirasi warga.

Dari pertemuan itu terungkap adanya keluhan soal minimnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Menurut seorang nelayan bernama Made Sunarba, saat ini sangat sulit mendapatkan minyak solar di sejumlah SPBU di wilayah Desa Canggu, Kuta Utara. Padahal minyak solar sangat dibutuhkan untuk operasional perahu atau jukung.

“Saat ini masih susah mendapatkan BBM Solar di sejumlah SPBU untuk operasional jukung/perahu dalam menangkap ikan di laut,” beber Made Sunarba.

BACA :  Polres Jembrana Raih Kompolnas Awards

Menanggapi hal itu, Kapolsek Made Pramasetia mengatakan akan menindaklanjutinya dan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni SPBU.

“Kami secepatnya akan membantu komunikasi dengan pihak SPBU  untuk mencari solusi agar tidak mempersulit kelompok nelayan mendapatkan solar,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan terkait sulitnya mendapatkan pasokan solar yang diduga sarat akan penimbunan ?

“Kami akan melakukan penyelidikan agar tidak terjadi penimbunan solar,” tegasnya.

Selain minimnya pasokan solar, warga juga mengeluhkan seringnya terjadi pencurian barang-barang milik warga asing yang tinggal di areal Hotel dan Villa di wilayah Canggu, Kuta Utara.

Hal itu disampaikan warga bernama Putu Sija yang berprofesi seorang security. Bukan hanya pencurian, Sija juga mengeluhkan soal musik keras yang berasal dari tempat hiburan dan mengganggu jam tidur warga sekitar.

Keluhan ini pun ditanggapi Kapolsek Pramasetia, dan pihaknya menyarankan agar warga melaporkan ke Polisi, apabila terjadi pencurian. Nantinya kepolisian bisa segera diproses.

Kepolisian juga meminta agar pihak Hotel dan Villa segera memasang CCTV. Supaya kepolisian bisa lebih insentif melaksanakan giat kegiatan patroli di daerah rawan pencurian.

BACA :  Sopir Truk Dikenakan Tilang Gegara Truknya Mogok di Tanjakan Goa Gong

Kemudian soal musik keras, pihak kepolisian juga akan menanyakan hal tersebut ke pihak pengelola tempat hiburan. Kepolisian mengingatkan pihak management Bar, Restaurant dan Hotel yang menggelar party agar menghidupkan musik sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

“Seluruh keluhan warga yang bukan ranah kami akan dipelajari terlebih dahulu. Untuk selanjutnya kami koordinasi dan mendorong mempercepat penyelesaian dengan instansi yang berwenang,” bebernya.

Selesai kegiatan, Kapolsek memberikan bantuan sosial kepada dua orang nelayan berupa pemberian paket sembako kepada I wayan Suama,53, dan I Nyoman Dirka,70.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular